7PMNEWS.ID, MANADO-Minahasa Utara menjadi pembenda. Di momen Pengukuhan DPD Srikandi Jaga Desa Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan DPC Srikandi Jaga Desa se-Sulut di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Senin (10/8), Minut mampu menjadi pusat perhatian karena luar biasanya keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa.
Ketua Umum DPP Abpednas, Indra Utama memberikan apresiasi dan pujian kepada Bupati Minut Joune Ganda atas dukungan terhadap keberadaan dan keterlibatan masyarakat dalam Srikandi Jaga Desa.
Yang menghebohkan, jumlah personel Srikandi Jaga Desa di Minut disebut telah mencapai hampir 20 ribu orang dan merupakan terbanyak di Sulawesi Utara.
Indra Utama mengakui, angka tersebut tidak sekadar menunjukkan besarnya jumlah anggota, tetapi menggambarkan potensi sosial yang sangat besar, khususnya dari kaum perempuan, untuk ikut mengambil bagian dalam pembangunan desa.
“Ini luar biasa. Di Minut hampir 20 ribu personel Srikandi Jaga Desa. Saya memberikan apresiasi kepada Pak Joune Ganda,” ujar Indra.
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan adanya ruang yang cukup besar bagi masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan, sekaligus mencerminkan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam menggerakkan kekuatan masyarakat di tingkat desa.
Bagi Indra, Srikandi Jaga Desa tidak boleh berhenti sebagai wadah organisasi. Dengan jumlah anggota yang telah mencapai 20 ribu, keberadaannya justru dapat menjadi kekuatan sosial sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
“Kalau jumlahnya hampir 20 ribu, ini kekuatan yang luar biasa. Tinggal bagaimana kekuatan ini diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan desa,” katanya.
Ia berharap kekuatan tersebut dapat diterjemahkan dalam berbagai program nyata, mulai dari pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, pengembangan UMKM, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan hingga partisipasi dalam mengawal pembangunan desa.
Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara Srikandi Jaga Desa dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pemerintah desa dan pemerintah daerah.
Menurutnya, kolaborasi lintas elemen akan membuat potensi hampir 20 ribu personel tersebut tidak hanya besar secara kuantitas, tetapi juga memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat.
“Ini bukan hanya soal jumlah, tetapi bagaimana kekuatan ini menjadi energi positif untuk membangun desa,” tegas Indra.
Apresiasi yang diberikan Indra kepada Joune Ganda sekaligus menempatkan Minahasa Utara sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam menggerakkan partisipasi perempuan di tingkat desa.
Ia bahkan berharap pola pengorganisasian dan keterlibatan masyarakat seperti yang berkembang di Minut dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Sulawesi Utara maupun daerah lainnya di Indonesia.
Di tengah tantangan pembangunan desa yang semakin kompleks, hampir 20 ribu Srikandi Jaga Desa di Minut menjadi potensi besar yang dapat diarahkan menjadi energi pembangunan, sekaligus menjadi salah satu gambaran kuatnya partisipasi masyarakat dalam kepemimpinan Joune Ganda.
Hebohnya kehadiran Srikadi Jaga Minut tidak lepas dari keterlibatan dan kolaborasi apik dari Bupati Joune Ganda dan Ketua Abpednas Minut, Joutje Dengah serta Ketua Srikandi Jaga Desa Minut, Hermina Dondokambey.
Sementara Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy SH MH, menyampaikan apresiasi atas pengukuhan pengurus DPD Srikandi Jaga Desa Sulawesi Utara.
Ia menegaskan, Srikandi Jaga Desa memiliki peran penting sebagai bagian dari Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas).
“Terima kasih untuk teman-teman media yang selama ini selalu support kita di Abpednas, maupun sekarang dengan Srikandi Jaga Desa. Jadi, Srikandi Jaga Desa ini kan satu organisasi sayap yang diberikan, didirikan untuk bagaimana menjadi bagian daripada Abpednas,” ujarnya.
Menurut Kajati Sulut, Abpednas menjadi mitra strategis kejaksaan dalam membangun desa. Organisasi tersebut memiliki anggota yang berasal dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD). *
^pas m





