7PMNEWS.ID, AIRMADIDI–Minahasa Utara terus berkreasi. Dengan gelaran Sosialisasi Penguatan Manajemen Talenta dalam Konsistensi Pengisian Jabatan, jajaran Pemkab Minut menghadirkan langsung Kepala BKN RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.MH untuk semakin memperkokoh kemampuan ASN sebagai upaya membangun birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kinerja pembangunan.
Mengusung tema anyar, “Manajemen Talenta ASN untuk Mewujudkan Minahasa Utara Hebat melalui Penguatan Transformasi sebagai Hub Logistik yang Maju dan Berkelanjutan” dihadiri Sekda Nolvy, para asisten, dan pimpinan perangkat daerah.
Sekda Novly Wowiling menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala BKN di Minahasa Utara. Kegiatan ini, menurutnya, menjadi momentum krusial bagi Pemkab Minut untuk mendapat penguatan terkait penerapan manajemen talenta.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan selamat datang. Kehadiran ini menjadi kesempatan yang sangat berarti untuk mendapat arahan dan penguatan terkait manajemen talenta ASN,” ujarnya.
Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan, dirinya merasa sangat terkesan dapat bertemu dengan jajaran ASN di Minahasa Utara sekaligus memberikan penghargaan dan apresiasi atas penerapan manajemen talenta yang dilakukan secara konsisten oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.
Prof. Zudan mengungkapkan, penerapan manajemen talenta tidak berhenti pada proses administrasi, tetapi harus terus dilakukan melalui peningkatan dan perbaikan kualitas ASN secara berkelanjutan.
“Sangat penting menempatkan ASN sesuai dengan potensi dan kebutuhan organisasi sehingga pencapaian visi pembangunan daerah dapat berlangsung lebih cepat,” kata Prof. Zudan.
“Melalui manajemen talenta, proses pengisian maupun pengangkatan pejabat dapat dilakukan secara lebih objektif dan terukur, dan untuk itu kita perlu instrumen manajemen talenta yang diterapkan secara konsisten, sehingga pengangkatan pejabat bisa objektif, jelas, berbasis potensi, kompetensi, kinerja, kredibilitas, integritas, dan semuanya terwadahi dalam manajemen talenta,” sambungnya.
Ia menilai bahwa pembangunan di Minahasa Utara membutuhkan dukungan dari sekitar 4.000 ASN dan diperlukan instrumen manajemen talenta yang diterapkan secara konsisten, sehingga penerapan manajemen talenta ASN pada akhirnya bukan sekadar untuk kepentingan internal birokrasi, melainkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Manajemen talenta adalah sebuah instrumen, sebagai alat untuk memilih pejabat yang tepat. Penempatan pejabat yang tepat diarahkan untuk mendukung pembangunan Minahasa Utara yakni peningkatan kualitas pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucap Prof. Zudan.
Sedangkan Sekda menegaskan, manajemen talenta bukan sekadar soal pengisian jabatan, tetapi bagaimana menempatkan ASN sesuai kompetensi, potensi, dan kemampuan.
“Yang kita harapkan bukan hanya figur pejabat yang optimal, tetapi bagaimana manajemen talenta memberi dampak signifikan terhadap kinerja pemerintah dan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya konsistensi dan objektivitas dalam penerapan sistem tersebut. Menurutnya, hal ini akan memberi ruang bagi ASN untuk menunjukkan prestasi.
“Jangan sampai kesempatan luar biasa ini tidak dimanfaatkan. Kita membutuhkan ASN yang memiliki kemampuan, kompetensi, dan motivasi,” katanya.
Novly Wowiling juga menyinggung dinamika ASN yang memasuki masa pensiun dan kebutuhan pengisian jabatan yang terus berkembang. Manajemen talenta dinilai menjadi instrumen penting untuk memastikan keberlanjutan organisasi.
Melalui sosialisasi ini, Pemkab Minut berkomitmen memperkuat sistem merit untuk menciptakan aparatur yang kompeten dan berintegritas dalam mendukung visi Minut Hebat sebagai hub logistik yang maju dan berkelanjutan. *
^pas m





