7PMNEWS.ID, JAKARTA-Semua komponen Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) terus melangkah maju dalam memperjuangkan keberlanjutan pembangunan di semua Kabupaten yang ada di tanah air. Salah satunya mengenai fiscal daerah.

Sekretaris Jenderal Apkasi Joune Ganda, menekankan krusialnya kemandirian fiskal daerah demi menopang keberlanjutan pembangunan di tingkat kabupaten.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa terus-menerus bergantung pada dana transfer pusat, melainkan harus berani berinovasi memacu Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pernyataan tersebut disampaikan Joune Ganda saat mendampingi Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, dalam audiensi bersama Pimpinan DPR RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (24/7).

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad ini juga dihadiri Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal beserta jajaran pengurus Apkasi dari pelbagai daerah.

Bupati Minahasa Utara itu menjelaskan bahwa penguatan ruang fiskal daerah dapat dicapai melalui pengelolaan potensi ekonomi lokal yang terukur, pembenahan iklim investasi, serta optimalisasi sektor-sektor unggulan. Namun, seluruh upaya tersebut harus ditopang tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Setiap pemerintah kabupaten perlu mendorong inovasi dalam menggali potensi daerahnya. Kemandirian fiskal akan memberi ruang gerak yang lebih luas bagi daerah untuk mengeksekusi program pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Putra Kaima itu.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran Pimpinan DPR RI memberikan sejumlah catatan strategis terkait penguatan tata kelola pemerintahan daerah dan peningkatan mutu pelayanan publik. DPR mendorong APKASI agar aktif memetakan tantangan pembangunan di tingkat kabupaten untuk diselaraskan dengan kebijakan nasional.

Sementara itu, Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi menegaskan kesiapan organisasi yang dipimpinnya untuk mengawal program-program prioritas pemerintah pusat.

Menurut Bursah, sinergi tiga pilar pemerintah pusat, DPR RI, dan pemerintah kabupaten merupakan syarat mutlak agar hasil pembangunan dirasakan merata hingga ke pelosok.

Audiensi ini diharapkan melahirkan rekomendasi konkret untuk memperkuat posisi kabupaten sebagai garda terdepan pelayanan publik, sekaligus mempererat hubungan kelembagaan antara DPR RI dan pemerintah daerah dalam mendukung agenda pembangunan nasional. *

^irvine ferrari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *