Dapat Tali Kasih Rp5 Juta, Gubernur Lepas 394 Jemaah Haji Sulut

7PMNEWS.ID, MANADO— Sebanyak 394 jemaah haji asal Sulawesi Utara (Sulut) resmi dilepas Gubernur Yulius Selvanus, di Aula GSG Asrama Haji Transit Manado, Selasa pagi (28/4).

Rombongan yang tergabung dalam Kloter 5 dan Kloter 6 itu akan bertolak menuju Embarkasi Balikpapan sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.

Pelepasan jemaah haji tahun ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya pengelolaan penuh dilaksanakan oleh Kementerian Haji dan Umrah yang berdiri mandiri.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk memastikan kenyamanan masyarakat dalam menunaikan ibadah haji.

Bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan dana “Tali Kasih” sebesar Rp5 juta bagi setiap jemaah.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan selama berada di Mekkah dan Madinah. Kami ingin para jemaah berangkat dengan hati tenang, fokus pada ibadah, dan membawa semangat Torang Samua Basudara,” ujar Yulius.

Selain itu, gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, mengingat kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi.

Ia meminta para jemaah menanggalkan urusan duniawi selama menjalankan ibadah, menjaga sikap toleransi, serta menunjukkan kesantunan sebagai representasi masyarakat Sulawesi Utara.

Kedisiplinan juga menjadi pesan utama. Seluruh jemaah diminta mematuhi arahan petugas pendamping demi kelancaran perjalanan dan pelaksanaan ibadah.

Sebanyak tujuh petugas akan mendampingi rombongan selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

Di akhir acara, Gubernur Yulius menitipkan doa agar Sulawesi Utara senantiasa diberkahi kemajuan, kedamaian, serta kerukunan antarumat beragama.

Sementara itu, tradisi pemberian “Tali Kasih” bagi jemaah haji di Sulut telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, nominal Rp5 juta per orang pada tahun ini menjadi yang terbesar.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulut H Ulyas Taha menyebut bantuan tersebut sangat membantu, terutama bagi jemaah lanjut usia yang membutuhkan biaya tambahan untuk akomodasi dan kesehatan.*

 

^kresno doot

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *