7PMNEWS.ID, AIRMADIDI-Setelah melalui tahapan penjaringan dan seleksi yang ketat, ditopang tim penilai yang berkopenten, akhirnya ditetapkan sebanyak 12 Kelompok Pemuda di Kabupaten Minahasa Utara sebagai penerima Microgrant Youth Climate Action Fund (YCAF) 2026.
12 Kelompok Pemuda itu mengembangkan berbagai inovasi untuk menjawab persoalan lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, restorasi mangrove dan terumbu karang hingga pemanfaatan teknologi untuk mitigasi perubahan iklim.
Penetapan tersebut diumumkan di atrium lantai 1 Kantor Bupati Minahasa Utara, Senin (12/10/2026), oleh Dewan Juri Independen.
Dari 54 kelompok pemuda yang mengikuti program YCAF North Minahasa 2026, sebanyak 12 kelompok berhasil masuk daftar penerima berdasarkan hasil penilaian juri. Sebelumnya, proses seleksi telah melewati tahapan presentasi terhadap 20 kelompok terbaik.
Ini daftar 12 penerima Microgrant YCAF North Minahasa 2026 berdasarkan urutan peringkat:
1. Fountaine Squad – SMA UNKLAB, melalui proyek Solar Water Harvesting Pintar.
2. Karang Taruna Desa Kinabuhutan, melalui proyek integrasi pengolahan sampah pesisir dan konservasi mangrove berbasis ekonomi komunitas.
3. Pemuda Katolik Komisariat Minahasa Utara, melalui proyek Darunu Youth Mangrove Resilience.
4. Terra Rangers SMA UNKLAB, melalui proyek Fire-Risk IoT Station, yakni pemantauan risiko kebakaran hutan dan peringatan dini berbasis masyarakat.
5. Pemuda Selam Seluruh Indonesia, melalui proyek Youth Coral Guardians.
6. SMP Negeri 3 Likupang Timur, melalui proyek Garda Laut Muda, berupa aksi restorasi terumbu karang dan mitigasi dampak perubahan iklim.
7. SMK Laikit – UKS INTI, melalui proyek Mina Sirkular Berbasis BSF.
8. KPA Likupang, melalui proyek Minahasa Utara Green Resilience Project: Torang Jaga Alam, Alam Jaga Torang.
9. Garda Mangrove Palaes, melalui proyek mangrove pesisir dan lingkungan laut.
10. Mangrove Youth Guardians Mantehage, melalui proyek restorasi mangrove untuk membangun pesisir Pulau Mantehage yang tangguh terhadap perubahan iklim.
11. Tim Pemuda Peduli Iklim Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Klabat, melalui proyek Jaga Likupang, berupa restorasi mangrove dan aksi bersih sampah pesisir untuk mendukung pariwisata berkelanjutan.
12. Pemuda Bahari Gangga I, melalui proyek Waste Recycling for a Healthy Environment.
Penilaian dilakukan oleh lima anggota Dewan Juri Independen yang berasal dari kalangan akademisi dan profesional, yakni Bobby Hamenda, M.Si., MIntDevEc; Dr. Lady Grace Jane Giroth, S.S., M.Si., M.Pd.; Hizkia H. D. Tasik, Ph.D.; Mercy Maggy Franky Rampengan, S.Pi., M.App.Sc., Ph.D.; serta Piet Hein Pusung, S.STP., M.Si.
Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Ir. Novly Geret Wowiling, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Joune J.E. Ganda, secara resmi membuka kegiatan pengumuman hasil penilaian sekaligus penetapan penerima microgrant.
Program yang didukung Bloomberg Philanthropies ini memberikan peluang pendanaan sebesar 1.000 hingga 5.000 dolar AS bagi kelompok terpilih untuk merealisasikan gagasan aksi iklim yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan masyarakat.
12 kelompok penerima microgrant mengusung gagasan yang beragam, sesuai dengan persoalan dan potensi wilayah masing-masing.
Sejumlah proyek menitikberatkan pada konservasi ekosistem pesisir, sementara lainnya mengembangkan teknologi pemantauan lingkungan, pengelolaan sampah dan ketahanan sumber daya air. *
^irvine ferrari





