7PMNEWS.ID, AIRMADIDI–Youth Climate Action Fund (YCAF) 2026 banjir peminat. Program anyar dari Pemkab Minut dalam mengakomodir gagasan anak muda di Tanah Tonsea untuk menjawab persoalan lingkungan dan perubahan iklim, diluar dugaan diminati dengan banyaknya kelompok yang mendaftar mempresentasikan proyek inovatif mereka di program YCAF 2026.
Cita Lead YCAF, Sefferson Sumampouw, dalam laporannya menjelaskan bahwa jumlah proposal yang diterima melampaui target awal panitia.
“Target kita 40 proposal, dan yang masuk ada 54 proposal. Tim juri akan mengumumkan 20 proposal untuk melakukan presentasi,” jelas Sefferson di Atrium Kantor Bupati Minut, Senin, 12 Oktober 2026..
Dari 20 kelompok yang tampil memaparkan proyeknya, hanya 10 kelompok yang akan ditetapkan sebagai penerima hibah. Masing-masing kelompok terpilih berkesempatan mendapatkan pendanaan sebesar 1.000 hingga 5.000 dolar AS, atau sekitar Rp18 juta sampai Rp85 juta.
Dana tersebut diharapkan menjadi modal bagi anak muda untuk merealisasikan gagasan yang telah dirancang, sekaligus mendorong lahirnya solusi kreatif terhadap persoalan lingkungan dan dampak perubahan iklim di Minahasa Utara.
Sementara Sekretaris Daerah Minut, Novly Wowiling, yang hadir mewakili Bupati Joune Ganda, memberikan apresiasi terhadap antusiasme dan kepedulian generasi muda yang terlibat dalam program tersebut.
Novly Wowiling menjelaskan, partisipasi puluhan kelompok anak muda ini menunjukkan bahwa generasi muda Minut memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, terutama melalui pendekatan inovatif terhadap persoalan lingkungan.
“Pemkab Minut pastinya sangat bangga akan kepedulian para generasi muda yang menunjukkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan serta perubahan iklim,” ujarnya.
Ia berharap, ide-ide yang dipresentasikan tidak hanya menjadi dokumen proposal untuk mendapatkan pendanaan, tetapi benar-benar diwujudkan menjadi program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Novly Wowiling juga mendorong para peserta untuk menjadikan kondisi lingkungan sekitar sebagai titik awal dalam merancang aksi perubahan. Menurutnya, solusi yang baik harus berangkat dari persoalan nyata dan mempertimbangkan karakteristik serta budaya masyarakat setempat.
Melalui YCAF 2026, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berharap semakin banyak anak muda mengambil peran dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. *
^pas m





