Bupati Joune Ganda Ingatkan APBD 2027 Harus Perkuat Kesiapan Hadapi Perubahan Iklim dan Risiko Bencana

7PMNEWS.ID, AIRMADIDI–Bupati Minahasa Utara Joune Ganda bersama Wakil Bupati Kevin William Lotulung dan Sekretaris Daerah Novly Wowiling menghadiri Rapat Paripurna dalam rangka Pembicaraan Tingkat I Tentang Rancangan Peraturan Daerah APBD Tahun Anggaran 2027 yang digelar DPRD Minahasa Utara di Ruang Sidang DPRD Minut, Sabtu, 12 September 2026.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Minut Vonny Adel Rumimpunu yang didampingi Pimpinan Dewan, personil DPRD Minut serta para pejabat di lingkungan Pemkab Minut.

Bupati Joune Ganda dalam sambutannya mengapresiasi mantapnya sinergi yang terus terjalin antara jajaran eksekutif dan legislatif sehingga tahapan pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027 dapat dimulai.

Joune Ganda juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang telah mempersiapkan dokumen dan seluruh kebutuhan dalam penyusunan rancangan APBD tersebut.

Sekjen Apkasi itu juga memaparkan proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Minahasa Utara dalam APBD 2027 sebesar Rp1.182.258.834.857,05. Sementara itu, belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp1.184.568.834.857,05.

A. Pendapatan Daerah sebesar Rp1.182.568.834.857,05 yang terdiri atas :
• Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp177,85 Miliar (15,04%)
• Pendapatan Transfer: Rp992,20 Miliar (83,90%)
• Lain-lain Pendapatan Sah: Rp12,50 Miliar (1,06%)
B. Belanja Daerah sebesar Rp1.183.568.834.857,05 yang terdiri atas :
• Belanja Operasi: Rp902,40 Miliar (76,24%)
• Belanja Transfer: Rp190,77 Miliar (16,12%)
• Belanja Modal: Rp86,38 Miliar (7,30%)
• Belanja Tidak Terduga: Rp4 Miliar (0,34%) yang difokuskan untuk kebutuhan darurat.
C. Pembiayaan:
• Penerimaan dari SiLPA direncanakan sebesar Rp2 Miliar.
• Pengeluaran dialokasikan sebesar Rp1 Miliar untuk investasi penyertaan modal pada Bank SulutGo.

Selaras dengan upaya penguatan ketahanan daerah, Pemkab Minut telah menyiapkan sejumlah proyek strategis berskala nasional hingga internasional pada 2027 seperti :

• Pembangunan Fasilitas Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dan limbah B3 yang didanai melalui hibah Pemerintah Korea Selatan.

• Pengembangan program Water, Energy, Food Security for Regional Integrated Development (WEFSRID) bekerja sama dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) untuk ketahanan air, energi, dan pangan.

• Pembangunan SPAM Regional Bimatara.

• Peningkatan infrastruktur pariwisata pada Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Manado-Likupang dan pusat pertumbuhan kawasan perbatasan.

Menurutnya, penyusunan APBD tidak semata-mata berbicara mengenai pembiayaan program pembangunan, tetapi harus mampu menjadi instrumen pemerintah dalam menghadapi berbagai ancaman yang berpotensi berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Salah satu perhatian penting dalam APBD 2027 adalah memperkuat kesiapan daerah menghadapi perubahan iklim dan risiko bencana.

“Seperti sekarang ini kita tahu bersama dampak fenomena El Nino yang sangat kuat di 2026. Banyak wilayah terjadi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. Dampaknya juga mengganggu produktivitas pertanian,” ujar Joune Ganda.

Ia mengatakan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius dalam perencanaan dan pengalokasian anggaran daerah, terutama karena fenomena El Nino diperkirakan masih dapat memberikan dampak hingga awal tahun 2027.

“BMKG memprediksi fenomena El Nino dapat terjadi hingga awal 2027. Oleh karena itu, APBD 2027 harus memastikan ketahanan daerah dari berbagai risiko bencana. Anggaran harus berkualitas dan memberikan dampak bagi masyarakat,” tegasnya.

Bupati berharap proses pembahasan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 dapat berlangsung secara konstruktif, objektif, dan mengedepankan kepentingan masyarakat Minahasa Utara.

Menurutnya, sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menjadi faktor penting untuk menghasilkan APBD yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian sasaran pembangunan daerah.

Dengan dimulainya Pembicaraan Tingkat I tersebut, pembahasan APBD 2027 diharapkan dapat menghasilkan kebijakan anggaran yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan Minahasa Utara menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang. *

^janto l

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *