7PMNEWS.ID, MANADO-Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulut telah lama tuntas. Persiapan pelatikan pengurus baru kabinet Michaela Elsiana Paruntu tak lama lagi digelar. Setelah agenda itu tuntas, maka konstelansi pertarungan akan menyebar ke seluruh DPD II yang ada di Sulawesi Utara dimana wajib menggelar Musda.

Medan pertarungan sesungguhnya akan terfokus di Manado, sebagai episentrum peta porpolitikan di Sulawesi Utara. Menjelang hajatan akbar komunitas Golkar Manado itu, melejit tiga nama kondang yang akan masuk medan perseteruan sengit.

Tiga nama yang disebut-sebut akan bersaing merebut Golkar Manado One yaitu incumbent, Maykel Daniel Damapolii, politisi senior Daniel Dolfie Angkouw dan pesaing potensial lewat srikandi petarung, Adolfien Wangania.

Sebelumnya nama Toni Palit juga ramai disebut, namun memilih tidak maju kendati banyak didukung terutama dari kalangan akar rumput.

Ketiganya memiliki kans yang sama untuk bersaing dalam bursa pemilihan nanti, apalagi sama-sama memiliki kapasitas dan kapabilitas sebagai personil Golkar di DPRD Manado. Rekam jejak pun tak perlu diragukan.

Lantas siapa paling berpeluang untuk memenangkan pertarungan bila Musda dihelat? Sulit diprediksi. Hanya saja sampai sejauh ini, nama Ketua DPD II Partai Golkar Manado dan Wakil Ketua Dekot Manado, Maykel Damapolii, sementara unggul dibandingkan dua kompatriotnya.

Kedekatan dengan Christiany Eugenia Tetty Paruntu dan Ketua Terpilih, Mika Paruntu dan memegang Pengurus Kecamatan (PK) yang dominan sebagai pemegang hak suara dalam pemilihan nanti memberikan garansi kuatnya suara pada Teba –sapaan akrabnya.

Hanya saja, kans Teba terancam, bahkan berpotensi dianulir. Sejumlah masalah hukum yang menyeret namanya dapat menghambat dan menggugurkan pencalonannya.

Namanya mencuat dalam persidangan Kasus Tipikor, dimana Teba disebut-sebut sebagai pihak yang diduga menjadi penyandang dana proyek pembangunan sekolah bermasalah.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cabang Kejari Talaud di Beo secara intensif mengejar peran Maykel Damopolii dalam dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Sulawesi Utara yang mencecar saksi-saksi, termasuk mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) fisik (OLT alias Obrien), mengenai ada tidaknya komunikasi lanjutan dengan Maykel Damapolii terkait opname akhir pekerjaan proyek.

Belum lagi ada sejumlah permasalahan di Manado yang namanya ikut terseret.

Teba ketika dihubungi Sabtu (1/8) untuk dimintai tanggapannya lewat panggilan WhatsApp, tidak menanggapi. Chat wa pun sama sekali tidak direspon.

Sementara Dolfie Angkouw juga masuk persaingan untuk menjadi orang nomor satu di Golkar Manado. Mapan di politik, low profile dan kini Ketua Fraksi Partai Golkar jelas bukan kandidat sembarangan. Hanya saja, ketika dihubungi Minggu (2/8), juga belum menanggapi.

Sementara Adolfien Wangania adalah pesaing terbesar dan tidak boleh dipandang sebelah mata di arena Musda nanti. Istri Ketua Pengprov Pertina Sulut, Hendra Jacob itu tidak boleh diremehkan.

Basis masa yang kuat, teruji, serta memiliki kekuatan sulit diprediksi, menjadikan Adolfien menjadi figur potensial untuk memenangkan pertarungan.

Kepada sejumlah media beberapa waktu lalu, Adolfien mengakui semua kader memiliki hak untuk maju sebagai calon Ketua DPD II Golkar Manado.

‘’Namun secara pribadi, saya berpandangan sebaiknya menunggu dulu, karena secara organisatoris semuanya harus mengikuti arah dan petunjuk DPD I serta DPP,” ujarnya.

Menurutnya, Partai Golkar merupakan partai besar yang menjunjung tinggi disiplin organisasi dan ketaatan terhadap keputusan pimpinan secara berjenjang.

“Golkar adalah partai besar yang selalu taat dan tunduk pada perintah pimpinan. Intinya satu, kita harus sama-sama memiliki semangat untuk membesarkan partai serta siap berkontribusi untuk rakyat melalui kerja-kerja kerakyatan, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah,” tambahnya. *

^pas m

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *