7PMNEWS.ID, MANADO-Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, memberikan pesan tegas kepada seluruh pejabat administrator atau Eselon III di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulut agar tidak terjebak pada pola kerja rutinitas.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat menggelar pertemuan bersama jajaran Eselon III di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Jumat (17/7).
Di tengah keterbatasan anggaran, Gubernur meminta setiap pejabat tampil sebagai penggerak perubahan dengan menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, posisi Eselon III merupakan ujung tombak pelaksanaan pemerintahan karena berhadapan langsung dengan berbagai program dan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, ia menegaskan tidak ada alasan bagi aparatur untuk bekerja sekadar memenuhi rutinitas.
“Tugas kalian bukan hanya menjalankan administrasi. Kalian harus mampu melahirkan solusi, membuat terobosan, dan memastikan setiap program memberikan dampak nyata,” tegasnya.
Purnawiran Jenderal TNI Bintang Dua itu menjelaskan, kondisi fiskal daerah saat ini menuntut seluruh perangkat pemerintah bekerja lebih cerdas. Setelah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah kini juga harus menyesuaikan diri dengan berkurangnya transfer ke daerah yang memengaruhi pelaksanaan sejumlah program pembangunan.
Situasi tersebut, lanjutnya, bukan menjadi alasan untuk menurunkan kinerja, melainkan menjadi tantangan agar setiap organisasi perangkat daerah mampu menentukan prioritas dan memanfaatkan anggaran secara lebih efektif.
Ia mendorong seluruh pejabat Eselon III berani mengambil langkah inovatif sehingga anggaran yang tersedia benar-benar menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, Gubernur Yulius juga meminta seluruh perangkat daerah menggali potensi baru untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, masih banyak sektor strategis yang belum dimaksimalkan, seperti pertambangan, perikanan, hingga perkebunan.
Dicontohkan komoditas cengkih yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun belum dikelola secara optimal. Kondisi itu membuat sebagian petani enggan memanen hasil kebunnya karena harga jual yang tidak menguntungkan.
“Pemerintah harus hadir mencari jalan keluar. Jangan hanya melihat persoalan, tetapi menghadirkan solusi agar potensi daerah bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Gubernur Yulius Selvanus di akhir arahannya memastikan kreativitas dan inovasi yang ditunjukkan pejabat akan menjadi salah satu indikator dalam penilaian karier.
Ia menegaskan, setiap terobosan yang mampu meningkatkan kinerja pemerintahan maupun kesejahteraan masyarakat akan mendapat perhatian pimpinan.
“Siapa yang mampu menunjukkan inovasi dan hasil kerja terbaik, tentu akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dalam jenjang karier,” tandasnya. *
^nova mundung
