7PMNEWS.ID, AIRMADIDI-Minahasa Utara ditetapkan sebagai satu-satunya wilayah di Provinsi Sulawesi Utara yang akan dibangun Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dari nol (greenfield project).
Proyek mercusuar ini merupakan salah satu agenda prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kepastian ini mendekati realisasi saat Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto, meninjau langsung kesiapan lahan di kawasan Alun-alun dan Hutan Kenangan Minut, Minggu (31/5).
Dalam momen peninjauan tersebut, Gogot Suharwoto didampingi oleh Sekretaris Ditjen Eko Susanto, Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay. Dari jajaran Pemkab Minut yang turut mendampingi diantaranya, Sekda Novly Wowiling, Asisten II, Robby Parengkuan dan Kepala Bappeda Hanny Tambani.
Gogot memaparkan bahwa dari total dua plot program SNT untuk Sulawesi Utara, Minut menjadi titik tunggal yang pembangunannya dimulai dari awal.
Sementara satu titik lainnya bertempat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang mekanismenya berupa integrasi pada fasilitas sekolah yang sudah eksis.
Secara nasional, proyek strategis ini sangat kompetitif karena hanya menyasar 73 titik di seluruh Indonesia.
Masuknya Minut dalam daftar tersebut menjadi angin segar bagi lompatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bumi Kawanua.
Berbeda dengan sekolah unggulan konvensional, SNT didesain sebagai pusat pendidikan terpadu yang menyatukan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan modern. Sekolah ini juga dipastikan tidak menerapkan sistem asrama (non-boarding school).
”Ini dirancang sebagai sekolah percontohan terbaik yang mengintegrasikan tiga jenjang pendidikan sekaligus. Kami ingin memastikan kader-kader pemimpin bangsa masa depan lahir dari berbagai pelosok daerah, tidak melulu mendominasi dari kota-kota besar,” ujar Gogot di sela-sela peninjauan lapangan.
Dari sisi kurikulum dan fasilitas, SNT akan menerapkan pola pembelajaran modern berbasis Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) yang didukung teknologi mutakhir.
Kompleks pendidikan ini nantinya bakal dilengkapi dengan learning hub, fasilitas olahraga terpadu, laboratorium mutakhir, serta sistem instruksional yang mengawinkan standar nasional dengan praktik terbaik internasional.
”Sekolah ini diproyeksikan menjadi episentrum pembelajaran bermutu tinggi yang inklusif, sehingga bisa diakses oleh anak-anak dari beragam latar belakang sosial ekonomi,” imbuhnya. *
^irvine ferrari





