7PMNEWS.ID, MANADO– Menteri Kebudayaan Prof Dr Fadli Zon didampingi Gubernur Sulut Yulius Selvanus meresmikan Museum Negeri Provinsi Sulut, Jumat (22/05), malam.
Momentum peresmian menjadi penanda kebangkitan sebuah bangunan yang selama puluhan tahun terbengkalai, suram, bahkan sempat akan dijual.
Museum yang terletak di Jalan WR Supratman Manado itu sebelumnya berada dalam kondisi sangat memprihatinkan selama kurang lebih 40 tahun. Bangunan yang seharusnya menjadi pusat sejarah dan kebudayaan daerah itu justru identik dengan kesan angker dan tidak terawat.
Namun semua itu berubah total setelah dikunjungi Gubernur Yulius Selvanus. Sejak direvitalisasi pada pertengahan tahun 2025 dengan menelan anggaran sekitar Rp14 miliar, wajah museum berubah total.
Revitalisasi besar-besaran dilakukan pada sisi interior maupun eksterior dengan sentuhan modern yang dipadukan teknologi digital dan virtual interaktif.
Kini museum tersebut tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda sejarah, tetapi juga tampil sebagai ruang edukasi dan destinasi wisata budaya modern. Museum Negeri Sulut sendiri menyimpan sekitar 2.000 benda peninggalan sejarah dan budaya.
Gubernur Yulius Selvanus dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kondisi museum sebelumnya memang sangat memprihatinkan bahkan nyaris dijual.
“Memang museum ini awalnya memprihatinkan. Bahkan mau dijual. Inisiasi berbagai pihak dan juga dirancang oleh anak saya Bara sehingga boleh jadi seperti ini,” ungkap Gubernur.
Ia berharap museum yang telah direvitalisasi ini dapat menjadi warisan penting bagi generasi muda Sulawesi Utara sekaligus mendongkrak sektor pariwisata daerah.
“Semoga museum ini sesudah direvitalisasi bisa berguna buat generasi muda Sulut mendatang, juga tentunya buat pariwisata,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi Museum Negeri Sulut. Bahkan menurutnya, museum tersebut berpotensi menjadi yang terbaik di Indonesia.
“Ini atas prakarsa Pak Gubernur. Kami datang kesini khusus untuk meresmikan Museum Negeri Sulut,” kata Fadli Zon.
“Saya yakin, museum ini akan menjadi yang terbaik tidak hanya di Pulau Sulawesi tapi se-Indonesia,” lanjutnya.
Fadli Zon juga menegaskan bahwa pemerintah pusat akan memberikan dukungan lanjutan melalui dana alokasi khusus untuk pengembangan museum pada tahun depan.
Menurutnya, museum modern seperti Museum Negeri Sulut bukan sekadar tempat penyimpanan benda sejarah, melainkan ruang edukasi, literasi, hingga bagian penting dari ekonomi kreatif.
Peresmian museum berlangsung meriah dengan pertunjukan drama teater budaya dan tarian khas dari daerah di Sulawesi Utara.
Pemerintah Provinsi Sulut juga menyerahkan bantuan alat musik kolintang kepada sejumlah sanggar seni serta memberikan penghargaan kepada puluhan tokoh budaya dan seniman Sulut.
Peresmian tersebut turut dihadiri para kepala daerah se-Sulawesi Utara, Forkopimda, budayawan, seniman, hingga jajaran Pemerintah Provinsi Sulut. *
^irvine ferrari





