7PMNEWS.ID, MERAUKE-Hidup buat sesama. Itulah prinsip keseharian seorang Hamba Tuhan, Gembala Sidang GBI Rock Tanah Merah, Boven Digoel, Papua Selatan, Pdt Mandala, STh.
Profil yang membumi dalam menginspirasi banyak orang, tidak membebankan pelayanan rohani dengan mengandalkan persembahan jemaat .
Ditemui di warung makan kecilnya yang sederhana, Jumat (22/5), Pdt Mandala bersama istri tercinta dengan penuh suka cita tengah mengelola usaha kuliner khusus, masakan non halal.
Bagi Pdt Mandala bersama istrinya, sejak 2016 mengembangkan bisnis kuliner ini dijalankan dibalut rasa syukur.
“Sebagai Hamba Tuhan, kami harus tetap survive, menggembalakan jemaat di gereja dengan jumlah kepala keluarga yang masih terbatas kurang lebih 20 kepala keluarga, jadi sekitar 70-an jiwa, ” ujar pria berdarah Toraja ini bersemangat
Melalui usaha kulinernya, didukung oleh jemaat, pihaknya dapat membangun Gereja GBI Rock di Wilayah Kampung Persatuan Distrik Mandobo, Kabupaten Boven Digoel.
Uniknya dalam warung makan kecilnya yang sederhana terdapat banyak tulisan Firman Tuhan dengan siraman pesan religius yang menyejukkan.
Ketekunannya bersama sang istri juga mampu menyekolahkan anak-anaknya. Warung sering mendapatkan pesanan makanan dari tamu-tamu khusus dari berbagai kalangan.
Berawal dari modal kecil, bisa dikelola dengan baik hingga bisa berkontribusi dalam pembangunan gerejanya.
Fenomena Hamba Tuhan harus berbisnis, tidak menjadi halangan untuk terus melayani Tuhan. “Kita juga harus cerdik seperti ular, tulus seperti merpati, ” tutur pendeta dengan nada bersyukur.
“Kiranya kehidupan yang kami jalani ini dapat menginspirasi hamba-hamba Tuhan yang lain, untuk terus survive, sebagai pelayan Tuhan, diberkati untuk memberkati, ” ujar Pdt Mandala menutup percakapan. *
^winona
