7PMNEWS.ID, JAKARTA-Kabupaten Minahasa Utara (Minut) bersama lima kabupaten/kota serta Provinsi Sulawesi Utara akan menyuplai sampah ke instalasi Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Selain Minut dan Provinsi Sulut, daerah lainnya adalah, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Kota Manado dan Kota Tomohon.
Instalasi PSEL bakal di bangun di lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Mamitarang di Ilo-Ilo, Desa Wori Kecamatan Wori, Kabupaten Minut
Momen tersebut ditandai dengan pelaksanaan penandatanganan Dokumen Perjanjian Kerjasama (PKS) PSEL, oleh Bupati Minut Dr Joune Ganda yang disaksikan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq dan Gubernur Yulius Selvanus di Ruang Command Center Lantai 10, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Plaza Kuningan, jalan HR Rasuna Said Kav. C11-14, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (13/4).
Tujuan utama proyek ini adalah mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mewujudkan sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Bupati Joune Ganda menegaskan kesiapan Minahasa Utara untuk bertransformasi dan memperkuat kolaborasi antar daerah demi keberhasilan proyek ini, yang diharapkan dapat segera diimplementasikan demi lingkungan yang lebih baik dan tambahan pasokan energi.
Di bagian lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minut, Olvy Kalengkongan, menjelaskan masing-masing kabupaten kota di Sulut sudah ditetapkan jumlah sampah yang akang dibawa ke PSEL.
“Dari Minut jumlah sampah yang akan dibawa ke PSEL 114 ton per hari. Kami mampu pasok, karena saat ini sampah yang masuk ke TPA Airmadidi 150 sampai 200 Ton per hari,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Olvy Kalengkongan.
Ketika program PSEL sudah action, akan berdampak pada berkurangnya sampah yang di bawa ke TPA Airmadidi di Kelurahan Airmadidi Bawah Kecamatan Airmadidi Minut.
Yulius Selvanus, SE menegaskan bahwa proyek PSEL ini merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan di daerah perkotaan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Bapak Menteri. Melalui PSEL, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban atau ancaman bagi masyarakat, melainkan sumber daya yang bernilai ekonomi dan energi. Ini adalah wujud komitmen kami untuk menghadirkan lingkungan yang bersih sekaligus mandiri energi di Sulawesi Utara,” ujar Gubernur Yulius.
Ia menembahkan, hadirnya PSEL ini, Sulawesi Utara akan menyusul wilayah lain seperti Bandung Raya dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah modern sesuai arahan Presiden RI. “Kami optimis langkah ini akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjaga kelestarian alam Nyiur Melambai,” tutur Gubernur. *
^irvine ferrari





