7PMNEWS.ID, MANADO-Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota dr. Richard Sualang menghadiri Musrembang Kota Manado yang dilaksanakan di Aula Serbaguna Kantor Walikota, Kamis (12/3).
Usai momen pembukaan dilaksanakan pemutaran video sebagai pengantar sekaligus memaparkan apa sebenarnya Musrembang RKPD Tahun 2027 itu. Pelaksanaan Musrembang dalam bentuk talk show ini dipandu oleh Felix Panelewen untuk kali pertama melalui pemanfaatan lewat penggunaan teknologi AI (Artificial Intelligence/Kecerdasan Buatan).
AI yang merupakan gaya hidup dalam berinovasi dan berinterkasi di era kemajuan teknologi saat ini.
Acara talk show ini menghadirkan pembicara Walikota Manado, Sekot Manado dr. Steaven Dandel M.Ph dan mewakili Bapeda Sulut James Kewas M.Si. Setelah gambaran umum dari moderator ditampilkan visi misi AARS, program nasional, provinsi Sulut. Juga ditampilkan gambaran awal tentang pertumbuhan ekonomi Kota Manado.
Moderator meminta Walikota untuk memberikan awal harus membangun kendati ditengah efisiensi. “Kendati efisiensi harus memaksimalkan yang ada yakni membangun dengan kondisi yang ada harus dimaksimalkan sebab kita tidak harus mengeluh dan tetap membangun berdasarkan dengan visi misi yang ada baik visi misi nasional, provinsi dan kota.
Program yang harus diprioritaskan adalah berbagai program yang menjadi andalan harus dijalankan,” ujar Walikota, Adrei Angouw.
Ia turut menjabarkan permasalahan ekonomi termasuk PDRB, inflasi dalam kaitan dengan investasi, soal infrastruktur, peningkatan SDM dan lain-lain.
Walikota berharap pengeluaran masyarakat dapat terkendali. Soal transportasi umum diharapkan dapat dimanfaatkan demi kenyamanan masyarakat, termasuk penyediaan air bersih.
Wakil Walikota Richard Sualang ikut memberikan pendapat terkait ketika Manado mendapat penghargaan sebagai Kota Kreatif. Bagi Wawali pelaku kreatif ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi termasuk pemusik dan paduan suara. Kemenkraf menilai bahwa lemusik dan paduan suara di Kota Manado ikut menggerakkan perekonomian kota. “Ini ada kaitan dengan ekononi sebab soal makan minum, penyediaan pakaian-pakaian koor yang menunjang UMKM seperti para tukang jahit. Peluang ini harus dimanfaatkan termasuk dalam kaitan dengan pariwisata,” ungkap Wawali.
Sekda Kota Manado ikut memaparkan soal pelayanan Kesehatan di Kota Manado tentang pelayanan Kesehatan yang lebih luas dan di 2027 ini diupayakan untuk pelayanan promotif dan layanan preventif. Puskesmas menjadi garda terdepan dalam pelayanan Kesehatan termasuk mengcover warga masyarakat yang tidak terlayani oleh BPJS. Soal RSUD denhan adanya konsep pelayanan Home Care dijelaskan Sekot yakni bagaimana pelayanan langsung ke rumah atau home care ini dapat dimaksimalkan demi kenyamanan warga dalam hal pelayanan kesehatan. Jawaban tuntas dan lugas oleh Sekot Manado ini semua adalah bentuk inovasi dalam bidang kesehatan.
Acara diakhiri dengan lounching platform “Tabea Manado” serta penandatanganan berita acara Musrembang Kota Manado tahun 2027.
Turut hadir personil DPRD Sulut, anggota DPRD Manado, Kapolres Manado, Forkopimda Kota Manado, para Asisten dan Kepala Dinas/Badan, Camat, Akademisi PTN dan PTS, tokoh agama dan tokoh masyarakat, tokoh LSM, organisasi kemasyarakatan, LMP Kecamatan, insan pers. *
#kresno doot





