Antusias Warga Tiwoho Sambut GPM 

7PMNEWS.ID, WORI–Gerakan Pangan Murah (GPM) Pemkab Minut kali ini menyasar masyarakat Desa Tiwoho, Kecamatan Wori. Respon masyarakat begitu tinggi ketika GPM yang digelar Dinas Pangan Minut dimulai Jumat, 6 November 2026. Sebanyak 110 kuota pangan bersubsidi yang disediakan pemerintah daerah habis terjual dalam waktu singkat.

Tingginya antusiasnya warga tersebut menjadi gambaran bahwa program penyediaan bahan pangan dengan harga di bawah pasaran sangat dibutuhkan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi belakangan ini serta menurunnya daya beli akibat musim kemarau.

Program anyar yang diinisiasi Kepala Dinas Pangan Minut, Asriyadi Lalompoh, ini merupakan salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

GPM yang rutin bergulir tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Tiwoho. Penjabat Hukum Tua, Felix Mantiri, bersama Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Desa Tiwoho, Dona Holle, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Pemkab Minut terhadap kebutuhan masyarakat desa.

Dona Holle mengatakan, kehadiran program pangan murah memberikan manfaat langsung bagi warga, khususnya masyarakat yang saat ini menghadapi tekanan ekonomi.

“Kehadiran GPM ini sangat membantu masyarakat, apalagi dalam kondisi saat ini di mana daya beli warga sedang mengalami penurunan akibat dampak musim kemarau,” ungkap Dona Holle.

Menurutnya, program seperti ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah situasi yang tidak mudah.

Kegiatan berlangsung tertib dan lancar dengan pengawasan langsung dari pejabat lintas sektor guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai sasaran.

Tidak hanya menghadirkan pangan bersubsidi, Dinas Pangan Minut juga menyalurkan bantuan berupa 1.000 ekor ayam petelur beserta pakan. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Dinas Pangan Minut, Asriyadi Lalompoh.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kelompok tani di delapan desa yang masuk dalam kategori rawan pangan di Kabupaten Minahasa Utara.

Melalui program GPM dan penyaluran bantuan ayam petelur ini, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga mendorong penguatan ketahanan pangan serta ketersediaan sumber pangan di tingkat desa. *

^irvine ferrari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *