Investasi di Minut Tembus Rp2.24 T,  Investor Singapura Paling Agresif

7PMNEWS.ID, AIRMADIDI-Minahasa Utara mencatat prestasi cemerlang dalam arus investasi yang masuk. Fenomena tersebut terlihat  dengan trend positif  Investasi yang masuk di Tanah Tonsea   sepanjang triwulan pertama hingga ketiga tahun 2026.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Minut mencatat realisasi investasi kumulatif periode Januari–September telah menembus angka Rp2,24 triliun dari total 1.296 proyek.

Kepala DPMPTSP Minahasa Utara, Richard J. H. Dondokambey, mengungkapkan bahwa capaian ini telah melampaui target yang dipatok dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026 sebesar Rp1,59 triliun, atau merealisasikan sekitar 140,7 persen.

“Puji syukur capaian kita secara internal RPJMD sudah terlampaui dengan baik. Namun, jika disandingkan dengan target dari Kementerian Investasi/BKPM melalui Pemprov Sulawesi Utara yang berada di angka Rp3,50 triliun, realisasi kita per September ini baru di kisaran 64 persen. Ini tentu jadi pelecut bagi kami untuk terus menggenjot sisa waktu tahun berjalan,” ujar Richard  Dondokambey kepada sejumlah wartawan, Senin, 2 November 2026.

Berdasarkan struktur modal, Penanaman Modal Asing (PMA) masih menjadi motor penggerak utama perekonomian daerah. PMA menyumbang porsi dominan sebesar Rp1,78 triliun atau setara 79,34 persen dari keseluruhan realisasi melalui 267 proyek.

Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi sebesar Rp463,60 miliar (20,66 persen) yang tersebar di 1.029 proyek lokal.

Dari sisi sektoral, industri ekstraktif masih mendominasi porsi investasi. Sektor pertambangan mencatatkan suntikan modal terbesar hingga Rp1,65 triliun dari 27 proyek, atau menguasai 73,8 persen dari total realisasi investasi di Minut.

Menyusul di posisi berikutnya, sektor penyediaan listrik, gas, and air menyumbang Rp143,36 miliar (6,4 persen) dari 30 proyek. Sektor hotel dan restoran yang menjadi nadi pariwisata daerah juga menunjukkan pertumbuhan menggembirakan di posisi ketiga dengan realisasi Rp98,10 miliar dari 138 proyek.

Sektor industri makanan serta perumahan dan kawasan industri turut melengkapi dengan kontribusi masing-masing Rp93,05 miliar (49 proyek) dan Rp68,21 miliar (106 proyek).

Sementara itu, peta asal penanam modal asing didominasi oleh investor asal Singapura yang tampil paling agresif. Negara tetangga tersebut menggelontorkan dana sebesar Rp1,70 triliun lewat 163 proyek, atau memegang 76,0 persen dari total portofolio investasi asing di Minut.

Peringkat kedua ditempati investor asal Hongkong dengan realisasi Rp37,00 miliar dari 11 proyek, diikuti Belanda sebesar Rp15,27 miliar dari 22 proyek.

Richard menambahkan, masuknya gelombang investasi sepanjang sembilan bulan pertama ini juga memberikan multiplier effect langsung terhadap perekonomian kerakyatan, khususnya penyerapan tenaga kerja lokal.

“Dari ribuan proyek yang berjalan, tercatat sebanyak 2.120 orang tenaga kerja lokal berhasil terserap. Ke depan, kami akan terus mengawal agar investasi yang masuk tidak hanya berorientasi pada angka besar, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Minahasa Utara,” pungkasnya. *

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *