7PMNEWS. ID, RATAHAN-Meskipun pihak Pertamina sudah memberikan jaminan akan ketersediaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax untuk wilayah Sulawesi Utara, namun yang terjadi di beberapa wilayah termasuk Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), penyalurannya masih berpihak kepada pengecer (galon dan botol).
Hal ini berdampak pada harga yang dijual di masyarakat sudah mencapai harga fantastis dikisaran 30 ribu hingga 50 ribu per botolnya.
Dari hasil pantauan media ini, sejak Sabtu, 17 Oktober 2026 kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax mulai menghilang di SPBU bahkan hingga dipengecer (botol/galon).
Sementara itu, masyarakat kecewa ketika sejumlah mobil tengki pemasok BBM berada di SPBU tidak diawasi pihak kepolisian sehingga yang diutamakan adalah galon-galon pengecer.
“Kami yang keseharian menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat harus rela menunggu antrian galon dan itupun jika masih tersisa untuk kami,” ujar Marthen Manopo, warga Tombatu.
Ditambahkannya, pihak kepolisian harus berada saat pengisian BBM Berlangsung agar tidak terjadi gesekan di masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih kesulitan memperoleh BBM dengan harga sepantasnya bahkan ada yang sudah mematok hingga harga 50 ribu per botolnya yang sebelumnya dijual seharga 12 ribu per botol. *
^devon pondaag





