KONI Pusat: PON Bela Diri Dialihkan ke 2027

7PMNEWS.ID, MANADO-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat secara resmi mengalihkan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 yang semula akan berlangsung di Manado, Sulut, Oktober nanti.

PON Bela Diri yang akan menggelar delapan cabang olahraga itu, disatukan dengan cabang olahraga bela diri lainnya saat digelar serentak saat dialihkan di Tahun 2027.

Hanya saja, top organisasi olahraga tertinggi di Tanah Air itu belum memutuskan daerah mana yang akan menjadi tuan rumah.

Kadispora Sulut, Audy Pangemanan ketika dihubungi Senin, 7 September 2026 membenarkan surat resmi pengalihan pelaksanaan ke Tahun 2027 sudah dikeluarkan KONI Pusat.

Salah satu alasan tidak dapat digelar sesuai rencana karena adanya surat permohonan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang ditandatangani Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE kepada Ketua Umum KONI Pusat.

Surat tersebut diantar langsung oleh Kadispora Sulut Audy Pangemanan dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Sulut ke Kantor KONI Pusat, Denny Mangala awal Agustus lalu.

Ada sejumlah alasan yang dikemukakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terkait permohonan penyelenggaraan PON Bela Diri dari Provinsi Sulawesi Utara sehingga KONI Pusat mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 680/BPP/VIII/2026 tertanggal 31 Agustus 2026 tentang pengalihan Penyelenggaraan PON Beladiri Tahun 2026 yang sebelumnya ditetapkan di Sulawesi Utara, untuk dilaksanakan pada Tahun 2027.

Dalam keterangan di surat yang dikeluarkan dan ditandatangani Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, PON Beladiri 2026 sulit digelar di Sulawesi Utara, yang sudah ditunjuk sebagai tuan rumah PON Beladiri 2026.

Audy Pangemanan menjelaskan dalam pertemuan di Kantor KONI Pusat tersebut, banyak dibahas mengenai alasan dari Sulut yang bisa diterima dengan baik oleh KONI Pusat.

Diantara efisiensi anggaran, permintaan pendampingan anggaran, kondisi keuangan daerah, venue yang akan digunakan belum bisa digunakan tepat waktu karena terdampak gempa bumi.

Gelanggang olahraga (GOR) yang rencananya akan digunakan sebagai venue pertandingan saat PON Beladiri Tahun 2026 di Kota Manado mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi pada 16 Juni 2026.

Kerusakan tersebut membuat sejumlah fasilitas membutuhkan renovasi sebelum dapat digunakan untuk pertandingan. Proses perbaikan juga membutuhkan tambahan waktu dan anggaran yang tidak masuk dalam perencanaan awal penyelenggaraan PON Bela Diri 2026.

Di sisi lain, anggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pada 2026 mengalami pengurangan signifikan akibat berkurangnya dukungan pemerintah pusat. Kondisi tersebut membuat persiapan menuju jadwal Oktober 2026 dinilai tidak lagi realistis.

Selain mempertimbangkan kondisi Sulawesi Utara, KONI Pusat harus memperhitungkan waktu persiapan yang semakin terbatas. Pemindahan lokasi ke provinsi lain dalam waktu singkat dinilai berisiko terhadap kesiapan venue, akomodasi, penyelenggaraan pertandingan, hingga aspek teknis lainnya.

Karena itu, KONI Pusat memutuskan tidak memaksakan penyelenggaraan PON Beladiri pada Oktober 2026.

“Rencana penyelenggaraan PON Beladiri yang seyogianya dilaksanakan pada bulan Oktober 2026, akan dialihkan penyelenggaraannya pada tahun 2027 bersamaan dengan seluruh cabang olahraga beladiri lainnya,” tulis KONI Pusat dalam surat tersebut.

Dengan terbitnya keputusan tersebut, penyelenggaraan PON Beladiri tidak hanya bergeser satu tahun. Seluruh cabang olahraga bela diri akan diselenggarakan bersamaan pada 2027.

Kebijakan ini sekaligus menjadi penyesuaian kalender olahraga nasional setelah agenda PON Beladiri 2026 tidak dapat terlaksana sesuai jadwal. *

^pas m

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *