7PMNEWS.ID, MANADO-Dewan Pimpinan Daerah (DPW) Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Sulawesi Utara memberikan refleksi obyektif seputar pengabdian dan kinerja Gubernur Yulius Selvanus setelah satu tahun tujuh bulan memimpin daerah Bumi Nyiur Melambai tercinta.
Usai menjadi Irup kedua kali di momen peringatan 17 Agustus 2026 saat Yulius Selvanus memegang mandat mulia sebagai orang nomor satu di Bumi Kawanua, DPD PPAD Sulut menilai, ditengah berbagai keberhasilan daerah yang melaju dengan cepat sehingga dampaknya begitu dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, maka perlu ada satu persepsi untuk mendukung dan memberikan kesempatan kepada Gubernur terus berkreasi dalam pembangunan daerah.
Ketua DPD PPAD Sulut, Brigadir Jenderal TNI (Purn) B Jerry Waleleng menilai, sejak dilantik menjadi Gubernur 29 Februari 2025, Mayjen (Purn) Yulius Selvanus langsung tancap gas bersama wakilnya, Victor Mailangkay untuk membawa Sulut ke jalur yang tepat dan benar.
‘’Sudah banyak kinerja nyata yang telah dilakukan untuk pembangunan di Sulawesi Utara. Dan itu dilakukan dengan tulus dan spirit membawa daerah ini menjadi lebih baik. Apalagi, sisi positif dari Gubernur Yulius Selvanus, cepat merespon berbagai situasi yang terjadi di daerah ini,’’ ujar Jerry Waleleng.
Dari kaca mata DPD PPAD Sulut, Gubernur Sulut tidak anti kritik. Semua itu mampu ditangani dengan kinerja yang baik di lapangan. Tentunya dengan usia kepemimpinan yang belum genap dua tahun, telah banyak capaian positif yang telah dirasakan oleh masyarakat di Sulawesi Utara.
Banyak deretan capaian positif yang telah dilakukan saat usia kepemimpinanya masih seumur jagung. ‘’Saya yakin beliau tidak anti kritik. Semua keluhan, kritik, saran, respon ditanggapi dengan bijaksana. Tentunya kita perlu memberikan kesempatan kepada Gubernur untuk menahkodai Sulawesi Utara,’’ ujar Jerry Waleleng.
Sebagai kolega yang mengerti luar dalam sahabatnya Yulius Selvanus karena sama-sama menyelesaikan karir militernya di kesatuan elit, Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dan lama bertugas bersama di Papua, Jerry Waleleng mengerti betul karakter karibnya itu.
Banyak capaian di berbagai sektor, memperlihatkan riil hasil di lapangan untuk masyarakat Sulut. Berbagai sektor merasakan dampak geliatnya kinerja Pemprov Sulut. Termasuk di olahraga yang terus dikebut prestasinya.
Jerry Waleleng mengambil contoh realisasi pendapatan daerah tahun 2025 mencapai Rp3,65 triliun atau 96,38 persen dari target sebesar Rp3,78 triliun. Sementara realisasi belanja daerah tercatat Rp3,32 triliun atau 91,36 persen dari total anggaran.
Menurutnya, capaian tersebut didukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk melalui digitalisasi layanan pajak kendaraan serta pengelolaan aset daerah yang lebih produktif.
Belum lagi di sektor pelayanan dasar, Pemprov Sulut mencatat sejumlah capaian, di antaranya:
• Pendidikan: Penguatan SMK berbasis industri serta pembangunan SMA Taruna Nusantara di Langowan
• Kesehatan: Penurunan stunting dan peningkatan layanan rumah sakit rujukan
• Infrastruktur: Pembangunan jalan, jembatan, dan irigasi untuk mendukung konektivitas
• Perumahan: Program bantuan rumah tidak layak huni (RTLH)
• Keamanan: Penguatan sinergi penanganan bencana dan ketertiban umum
Selain itu, pada sektor non-pelayanan dasar, pemerintah juga mendorong ketahanan pangan melalui gerakan pangan murah, peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan di BLK, serta penguatan konektivitas transportasi.
Sementara di sektor unggulan Pariwisata menggeliat kencang melalui revitalisasi destinasi dan pembukaan rute internasional. Kelautan dan perikanan dengan dukungan sarana tangkap dan ekspor, Pertanian dan perkebunan melalui hilirisasi komoditas serta Energi dengan penyediaan listrik 24 jam di sejumlah pulau
Menurut Jerry Waleleng yang juga Ketua Umum KONI Sulut itu, capaian tersebut juga tidak lepas merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mendorong pembangunan yang merata yang terus dibangun Gubernur Yulius Selvanus.
“Komitmen Gubernur jelas, adalah memastikan setiap program memberikan dampak nyata bagi masyarakat, meskipun dihadapkan pada berbagai dinamika di lapangan,” tambah mantan Kabinda Papua Barat itu.
Menurutnya, masyarakat harus melihat obyektif bukan tentang kursi kekuasaan, tetapi tentang tanggung jawab moral untuk memajukan Bumi Nyiur Melambai. Dimana Gubernur mampu memberi komando untuk bersama-sama membangun daerah. Tanpa sekat, tanpa perbedaan demi kemajuan Sulawesi Utara.
Dengan latar belakang militer, DPD PPAD Sulut menilai, Sulut termasuk aman dan damai. Berbagai riak mampu diredam sehingga suasana benar-benar kondusif.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, lanjutnya, akan terus berupaya memperkuat sinergi dengan berbagai pihak guna memastikan pembangunan daerah berjalan berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Momentum satu tahun kepemimpinan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah memerlukan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat demi masa depan Sulawesi Utara yang lebih maju.
Jerry Waleleng menyarankan kepada seluruh masyarakat Sulut untuk menilai kinerja Gubernur dengan transparan. ‘’Bila mengkritik, dialam demokrasi sah-sah saja, namun diberikan solusi, dan respon yang membangun demi kemajuan Sulut tercinta,’’ saran Purnawirawan Jenderal TNI Satu Bintang itu. *
^pas m
