7PMNEWS.ID, PINELENG-Pemkab Minahasa Utara kembali membuktikan komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan dalam mendukung program anyar dari Presiden Prabowo Subianto lewat Kementerian Pendidikan.
Kehadiran Bupati Minahasa Utara DR Joune Ganda saat membuka secara resmi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 4 dan 13, Senin (10/8) di Balai Peningkatan Mutu Pendidikan (BPMP) di Pineleng, Minahasa memberikan garansi komitmen luhur tersebut.
Momen pembukaan MPLS tersebut turut dihadiri Gubernur Sulut di wakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Prov. Sulut, Dr. Denny Mangala, M.Si, Wakil Bupati Bolaang Mongondow, Doni Lumenta, Kepala Dinas Pendidikan Prov. Sulut, Drs. Jahja P. Rondonuwu, M.Si., Kepala BPMP Prov. Sulut, Febri H. J. Dien, S.T., M.Inf.Tech (Man), Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Kab. Minahasa Utara, Umbase Mayuntu, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Kab. Minahasa Utara, Ir. Jofieta N. Supit, M.Si. serta para Kepala Sekolah, para Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
” Ini satu kebanggaan, prestasi serta wujud sinergitas Pemkab Minut dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi Sulut khususnya BPMP, ” ujarnya.
Bupati Joune Ganda berpesan bagi peserta didik baru, manfaatkan kesempatan ini untuk mengenal sekolah, menghargai teman-teman baru, menghormati bapak dan ibu guru, serta berani bermimpi setinggi-tingginya.
“Jadikan setiap hari di sekolah sebagai kesempatan untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan bakat yang Tuhan anugerahkan kepada kalian” tegasnya.
“Lewat Kolaborasi yang baik akan membantu setiap anak mengenali potensi dirinya, beradaptasi dengan lingkungan belajar, serta tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berprestasi.” katanya.
Usai sambutannya, Bupati Joune Ganda membuka dengan resmi MPLS Ramah di SNT4 Kabupaten Minahasa Utara dan SNT 13 di Bolaang Mongondouw.
Sementara itu Kadis Pendidikan Minut Ir Jofieta N. Supit, M.Si. menjelaskan untuk tahun 2026 ini di Sulut hanya Kabupaten Minahasa Utara dan Kabupaten Bolaang Mongondouw yang memenuhi syarat berdirinya SNT.
Ditambahkannya, untuk SNT 4 Minahasa Utara dari 120 yang mendaftar sebanyak 40 yang lolos seleksi.
Dari 40 orang dibagi menjadi 2 rombongan belajar masing-masing 20 orang setiap rombongan belajar.
” Patut disyukuri dan menjadi kebanggaan 40 orang siswa jadi angkatan pertama sekolah nasional terintegrasi, ” tegas Jofieta. *
^irvine ferrari
