Kerusakan Hutan Capai 100 Hektar, Kapolres Mitra Minta Jaga Timbulnya Titik Api Baru

7PMNEWS.ID, SILIAN–Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan kaki Gunung Soputan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, terus meluas.

Api yang telah berkobar selama beberapa pekan terakhir kini diperkirakan telah menghanguskan sekitar 100 hektare lahan di wilayah Desa Silian Satu, Kecamatan Silian Raya, Selasa (4/8).

Untuk mengendalikan kobaran api, aparat gabungan terus melakukan upaya pemadaman dan mitigasi di lokasi.

Polres Minahasa Tenggara mengerahkan sekitar 120 personel yang terdiri atas anggota Brimob Polda Sulawesi Utara dan personel Polres Mitra.

Kapolres Minahasa Tenggara AKBP Handoko Sanjaya, S.I.K., M.Han mengatakan, seluruh personel yang diterjunkan difokuskan untuk membantu proses pemadaman sekaligus mencegah meluasnya titik api ke kawasan lain.

“Kami telah menerjunkan sekitar 120 personel yang terdiri dari personel Brimob Polda Sulut dan anggota Polres Minahasa Tenggara untuk melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan,” kata Handoko usai mengikuti Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana El Nino.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 100 hektare.

Api melalap vegetasi di kawasan kaki Gunung Soputan yang sebagian besar merupakan lahan kering dengan kondisi cuaca yang mendukung cepatnya penyebaran api.

“Dari informasi yang kami peroleh di lapangan, kurang lebih 100 hektare lahan telah terbakar. Kondisi di kaki gunung sudah cukup luas yang hangus dilalap api,” ujar Handoko didampingi Wakapolres Mitra Kompol Djonny Rumate, S.Sos., M.A.P.

Menurut Handoko, upaya penanganan tidak hanya difokuskan pada pemadaman, tetapi juga langkah-langkah mitigasi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Sejumlah instansi bergabung dalam operasi penanggulangan tersebut.

Tim gabungan terdiri atas unsur TNI, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur kepolisian yang bekerja secara terpadu di lapangan.

“Kami terus melakukan kegiatan mitigasi sekaligus pemadaman bersama seluruh unsur yang terlibat agar kebakaran tidak semakin meluas,” katanya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia menegaskan, praktik tersebut berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar, terutama di tengah kondisi cuaca kering akibat musim kemarau.

Selain itu, masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat menjadi pemicu munculnya titik api baru di kawasan yang dipenuhi vegetasi kering.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Asap yang ditimbulkan dari kebakaran tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan dapat mengganggu wilayah di kabupaten sekitar,” ujar Handoko.

Hingga saat ini, petugas gabungan masih terus berupaya mengendalikan kobaran api di kawasan kaki Gunung Soputan. Pemantauan dilakukan secara intensif untuk memastikan kebakaran tidak meluas ke area lain yang berpotensi mengancam permukiman maupun kawasan hutan di sekitarnya. *

^devon pondaag

Pos terkait