Pemprov Sulut Gelar Gerakan Pangan Murah Sasar Tiga Titik di  Minahasa

7PMNEEWS.ID, TONDANO- Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kembali menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai wujud komitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Program ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah melalui sinergi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, Bank Indonesia, ID FOOD, serta berbagai instansi terkait.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (8/7) mulai pukul 10.00 Wita ini digelar secara serentak di tiga titik di Kabupaten Minahasa, yaitu GMIM Tumoutou Desa Kendis (Kecamatan Tondano Timur), Kelurahan Tataaran Dua, dan Desa Kauneran Satu (Kecamatan Sonder).

Melalui Gerakan Pangan Murah, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar, di antaranya Beras SPHP 5 kilogram Rp58.000, minyak goreng Rp19.000 per botol, bawang putih Rp43.000 per kilogram, bawang merah Rp53.000 per kilogram, telur ayam Rp54.000 per baki, serta gula pasir Rp18.000 per kilogram.

Program ini menjadi bukti nyata kehadiran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling , S.E. dan Wakil Gubernur Dr. J. Johannes Victor Mailangkay S.H., M.H. dalam menjaga daya beli masyarakat, memastikan ketersediaan bahan pangan, sekaligus menekan laju inflasi agar tetap terkendali.

Gubernur Sulawesi Yulius Selvanus, S.E., mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan Gerakan Pangan Murah sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada rakyat.

“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau. Mari manfaatkan Gerakan Pangan Murah ini dengan sebaik-baiknya. Bersama kita jaga stabilitas harga, kendalikan inflasi, dan wujudkan keluarga Sulawesi Utara yang semakin sejahtera. Pemerintah akan terus bekerja, bergerak, dan hadir di tengah masyarakat,” ujar Gubernur.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak, mendukung produk pangan lokal, serta bersama-sama menjaga ketahanan pangan daerah. Menurutnya, pengendalian inflasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kalau harga pangan stabil, daya beli masyarakat terjaga, maka roda perekonomian daerah akan terus bergerak. Mari kita sukseskan Gerakan Pangan Murah ini sebagai wujud semangat gotong royong membangun Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau, sementara stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga. Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, pengendalian inflasi di Sulawesi Utara diharapkan semakin kuat sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh warga. *

^nova m

Pos terkait