JG Turun Gunung, Seleksi EPA Sulut Menghentak, Berpontensi Tembus GFA Bentukan Presiden Prabowo

7PMNEWS.ID, AIRMADIDI—Tidak lagi memegang tampuk tertinggi organisasi sepakblola di Sulut, namun sepakbola nasional  tidak ingin kehilangan sosok sukses, Joune Ganda.

Sumbangsih, pemberian diri, pengorbanan tanpa pamrih yang dilakukan Bupati Minahasa imembuat  Putra Kaima itu kembali mendapat mandat penuh dari petinggi Akademi Sepakbola Garudayaksa Indonesia (GFA)  untuk mengoordinir guliran seleksi Elite Pro Academy (EPA) 2026 wilayah Sulawesi Utara menghentak Stadion Klabat Manado, Minggu  (5/7).

Sebanyak 169 pesepakbola muda potensial Sulut bersaing ketat dalam pelaksanaan seleksi, 69 peserta datang dari Minahasa Utara yang difasilitasi Ketua PSSI Minut, Joutje Dengah.

GFA menerjunkan pelatih kawakan, Mukhlis Nur dalam pelaksanaan seleksi yang didampingi legenda sepakbola Sulut Ruddy Manumpil yang kini tengah menukangi skuad Pra PON Sulut –sementara vakum sambil menunggu terpilihnya Ketua PSSI Sulut yang baru.

Turut mendampingi mantan pemain Persma dan Persmin  adalah  pelatih muda potensial orbitan Minut, Marzelino Polii.

Ruddy Manumpil ketika dihubungi menjelaskan soal pemain yang akan terpilih diserahkan sepenuhnya kepada Mukhlis Nur.

Para peserta mengikuti serangkaian uji teknis dan fisik yang berlangsung intens sejak pembukaan; hasil seleksi awal akan menentukan pemain yang lanjut ke tahap berikutnya dan berpeluang masuk pelatihan intensif di Akademi Sepakbola Garudayaksa Indonesia di Bogor.

Untuk ikut seleksi, setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran termasuk biaya jersey sebesar Rp 300 ribu. Bupati Joune Ganda menanggung seluruh biaya pendaftaran peserta asal Minahasa Utara dan memberi subsidi bagi peserta dari daerah lain.

Terobosan  itu dinilai sebagai dukungan nyata untuk memfasilitasi kesempatan bagi bibit muda menonjol tanpa terbebani biaya.

Bupati Joune Ganda menyatakan kepercayaan itu datang dari Akademi Sepakbola Garudayaksa Indonesia, inisiatif yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto, untuk mengoordinir seleksi EPA wilayah Sulut.

Menurutnya, seleksi ini merupakan upaya strategis menemukan talenta muda yang kemudian dapat dilatih menjadi pesepakbola profesional tingkat nasional. “Nantinya pemain yang lolos seleksi di Manado masih harus mengikuti seleksi lanjutan sebelum masuk pelatihan intensif di Bogor,” ujar Joune.

Jejak pembinaan Joune Ganda di dunia sepakbola regional disebut memberi bukti: salah satu pemain binaannya, Marselino Imanuel Pasha Siauta (PSM Makassar U-20), sempat dipanggil seleksi Tim Nasional U-20 Indonesia.

Bupati juga menegaskan keselarasan kegiatan ini dengan program Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus untuk mengembalikan kejayaan sepakbola di Bumi Nyiur Melambai, termasuk dukungan fasilitas berupa penggunaan Stadion Klabat sebagai lokasi seleksi.

Dengan nada optimis, JG  mengajak masyarakat mendoakan kelancaran dan keberhasilan peserta. Selain memberi peluang bermain di level yang lebih tinggi—termasuk tiket untuk berlaga di liga I bagi yang lolos—seleksi EPA juga diharapkan menelurkan talenta profesional baru dari Sulawesi Utara yang mampu mengangkat prestasi sepakbola daerah di kancah nasional. *

^irvine ferrari

Pos terkait