7PMNEWS.ID, MANADO — Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, SE melaporkan kondisi terkini infrastruktur pendidikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen)
RI, dalam upaya percepatan program revitalisasi sekolah di TK Negeri 10 Manado, di Kelurahan Bitung Karangria, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Selasa (21/4).
Gubernur Yulius menyampaikan, berdasarkan hasil kajian bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), tingkat kerusakan fasilitas pendidikan di Sulut masih cukup tinggi.
Kerusakan paling besar terjadi pada jenjang pendidikan TK dan SD yang mencapai sekitar 58 persen, disusul SMP sebesar 56 persen, serta SMA/SMK sekitar 46 persen.
Gubernur mengatakan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Kami berharap dukungan pemerintah pusat dapat terus berlanjut untuk mempercepat perbaikan sarana pendidikan, termasuk sekolah yang terdampak bencana,” tukasnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan menjadi faktor penting dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah.
Di sisi lain, melalui peresmian program Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI Prabowo Subianto yang bertajuk “Wujudkan Sekolah Asri”, Gubernur Yulius mengatakan merupakan ‘oleh-oleh’ spesial dari Presiden Prabowo untuk masyarakat Sulut guna memastikan lingkungan belajar yang lebih layak, nyaman, dan modern.
“Saya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian Presiden Prabowo terhadap kualitas infrastruktur pendidikan di daerah,” katanya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui sektor pendidikan adalah prioritas utama dalam kepemimpinannya.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Menteri atas perhatian besar bagi Sulawesi Utara. Revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan langkah strategis untuk menciptakan suasana belajar yang asri dan kondusif bagi anak-anak kita,” ujar Gubernur Yulius Selvanus.
Melalui program PHTC ini, Gubernur Yulius Selvanus menyatakan optimistis, bahwa wajah pendidikan di Sulut akan berubah signifikan dalam lima tahun ke depan.
“Kami sangat optimistis, dengan sinergi antara pusat dan daerah, kondisi sekolah di Sulawesi Utara akan semakin baik dan berkualitas. Ini adalah fondasi penting untuk menjemput Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Menteri Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa Sulut menjadi salah satu wilayah prioritas program revitalisasi. Total 248 satuan pendidikan masuk dalam daftar perbaikan, terdiri dari 247 sekolah yang direnovasi dan satu sekolah baru yang dibangun.
Ia menjelaskan, anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut di Sulawesi Utara mencapai lebih dari Rp231 miliar. Untuk Kota Manado, sebanyak 18 sekolah turut menjadi bagian dari program revitalisasi atau sekitar 7,3 persen dari total provinsi.
Secara nasional, capaian program revitalisasi pada 2025 melampaui target awal. Dari rencana 10.440 sekolah, realisasi mencapai 16.167 satuan pendidikan. Sementara pada 2026, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan hingga sekitar 71.744 sekolah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain perbaikan fisik, pemerintah juga mendorong transformasi digital pendidikan melalui distribusi perangkat interactive flat panel (IFP). Sepanjang 2025, sebanyak 288.865 unit telah disalurkan ke seluruh Indonesia, dan jumlah tersebut akan kembali ditambah pada 2026.
Di Sulut, sebanyak 3.760 unit IFP telah didistribusikan ke berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SLB, dengan Kota Manado menerima 56 unit.
Data tenaga pendidik di provinsi tersebut juga menunjukkan jumlah 38.581 orang, terdiri dari 4.420 kepala sekolah dan 34.161 guru. Sebagian besar kepala sekolah telah tersertifikasi, meskipun masih terdapat yang belum memenuhi standar sertifikasi, baik dari ASN maupun non-ASN.
“Program revitalisasi ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di daerah serta meningkatkan mutu layanan belajar bagi peserta didik di Sulawesi Utara,” tandasnya. *
^kresno doot





