Wawali Sendy Hadiri Gala Premiere Film Songko, Terima Kasih Gunakan Tomohon Lokasi Syuting

7PMNEWS.ID, MANADO-Wakil Walikota Tomohon, Sendy Rumajar bersama Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, SE dan Ketua TP PKK Ny Anik Yulius Selvanus menghadiri Gala Premiere Film Songko : Kisah Petaka dari Sulawesi di XXI Mantos 3, Minggu malam (19/4).
“Terima kasih telah menjadikan Kota Tomohon sebagai lokasi syuting film ini.

Kiranya dengan keindahan Tomohon dapat memberikan inspirasi bagi kita semua dalam memajukan industri perfilman yang ada di Indonesia Timur khususnya Sulawesi Utara,” ujar Wawali Sendy.
Ia juga memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat dalam film ini, Sutradara sekaligus Penulis Gerald Mamahit, dan para pemain film Annette Edoarda, Fergie Britanny, Priscilla Raintung, Luisa Rawung, Swarch Watak. “Sukses untuk filmnya dan salam sukses untuk kita semua.”

Film Songko menjadi debut sutradara Gerald Mamahit di layar lebar. Karya ini terinspirasi dari kekayaan cerita rakyat Indonesia Timur, khususnya legenda yang berkembang di wilayah Minahasa dan Tomohon, Sulawesi Utara.
Film ini merupakan hasil kolaborasi Dunia Mencekam Studio bersama Rumah Produksi Santara, yang sebelumnya telah merilis teaser trailer sebagai pengenalan awal kepada publik.

Gerald Mamahit menegaskan, Songko bukan sekadar karya tunggal, melainkan langkah awal untuk mendorong perkembangan industri kreatif Sulawesi Utara.
Ia optimistis potensi sumber daya manusia dan kekayaan alam daerah dapat menjadi kekuatan besar dalam industri perfilman ke depan.
“Ini merupakan karya pertama dari banyak karya yang akan hadir. Saya yakin Sulawesi Utara memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kekayaan alamnya,” ujarnya.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, mengapresiasi kehadiran film tersebut. Ia menilai Songko memiliki kualitas visual yang baik dan mampu menampilkan keindahan alam Minahasa.
“Film ini menarik. Saya sudah melihat cuplikannya, pengambilan gambarnya bagus, dan alam Minahasa Raya terlihat jelas. Kita punya kekayaan alam dan sumber daya manusia yang luar biasa, tinggal bagaimana dikemas secara profesional. Industri kreatif seperti ini harus terus kita dukung agar semakin maju,” kata Yulius. *

^nova mundung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *