7PMNEWS.ID, WORI— Komitmen membuka keterisolasian wilayah terus dibuktikan. Pangdam XIII/Merdeka, Mirza Agus, turun langsung memimpin groundbreaking serentak pembangunan 36 Jembatan Perintis Garuda di Sulawesi Utara dan Gorontalo, Jumat (27/3).
Peletakan batu pertama dipusatkan di Desa Talawaan Atas, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, dan dihadiri sekitar 100 orang, termasuk Bupati Joune JE Ganda, unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat.
Dalam arahannya, Pangdam menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pembangunan fisik—melainkan langkah strategis negara untuk menghadirkan keadilan pembangunan hingga ke pelosok.
“Jembatan ini adalah penghubung harapan. Bukan hanya menghubungkan wilayah, tapi juga membuka akses ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Program Jembatan Perintis Garuda sendiri merupakan bagian dari agenda besar pembangunan infrastruktur nasional, dengan target ribuan jembatan di seluruh Indonesia. Kodam XIII/Merdeka mengambil peran penting dalam percepatan realisasinya di kawasan timur.
Pangdam juga memberi penekanan tegas: cepat boleh, tapi kualitas tetap nomor satu.
“Kita bangun untuk jangka panjang. Minimal 50 tahun harus tetap berdiri dan bermanfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Joune Ganda menyoroti kondisi geografis Talawaan Atas yang cukup menantang—berbukit dan dilintasi sungai—yang selama ini membatasi mobilitas warga.
“Jembatan ini akan jadi solusi nyata. Akses lancar, ekonomi bergerak, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ungkapnya.
Tak hanya seremoni, kegiatan juga diisi dengan video conference bersama jajaran satuan Kodam XIII/Merdeka, penyerahan bantuan sembako, hingga pengobatan massal bagi warga sebagai bentuk kepedulian sosial.
Sebagai gambaran, dari total 36 jembatan yang dibangun:
20 unit berada di wilayah Korem 131/Santiago, 16 unit di wilayah Korem 133/Nani Wartabone
Jenisnya pun beragam, mulai dari jembatan gantung hingga jembatan beton.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar, serta disambut antusias masyarakat yang kini menaruh harapan besar—agar pembangunan ini segera menjawab kebutuhan mereka sehari-hari.
Akses terbuka, ekonomi bergerak, dan harapan pun terhubung.*
#kresno doot
