Gubernur Yulius Selvanus Ajak Saudagar Bugis-Makassar Investasi di Sulawesi Utara

7PMNEWS.ID, MAKASSAR-Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE memaparkan transformasi ekonomi dan daya tarik investasi Sulawesi Utara dalam Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) ke-XXVI yang digelar di Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3).

Di hadapan para pengusaha, Gubernur menegaskan posisi strategis Sulawesi Utara sebagai super-hub dan pintu gerbang perdagangan di kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Bacaan Lainnya

Dalam paparannya, Gubernur mengungkapkan bahwa iklim investasi di Bumi Nyiur Melambai sedang berada pada tren positif yang sangat kuat. Pada tahun 2025, realisasi investasi Sulawesi Utara mencapai lebih dari Rp10,12 triliun, atau setara dengan 109% dari target yang ditetapkan. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 35,6% dibandingkan tahun sebelumnya, yang juga berdampak langsung pada penyerapan 18.049 tenaga kerja.

“Sulawesi Utara adalah ekosistem investasi yang matang. Kami memiliki keragaman suku yang toleran dan terbuka, yang menjadi fondasi sosial aman bagi para investor untuk mengembangkan usahanya di sini,” ujar Gubernur Yulius Selvanus.

Sektor Unggulan dan Konektivitas Internasional

Gubernur merinci sejumlah sektor potensial yang menjadi primadona investasi, di antaranya:

• Sektor Pertanian & Perkebunan: Komoditas kelapa menghasilkan nilai ekspor Rp1,2 triliun per tahun. Sementara itu, komoditas Pala (Nutmeg of Sulawesi) memiliki produksi 12.800 ton per tahun dengan pengembalian investasi (payback period) yang cepat, yakni sekitar 2–3 tahun.

• Sektor Kelautan: Menyumbang nilai ekspor sekitar Rp1 triliun per tahun yang ditopang oleh Pelabuhan Internasional Bitung sebagai simpul logistik utama.

• Pariwisata: Memiliki 39 Destinasi Pariwisata Provinsi (DPP) dan 127 Desa Wisata. Kawasan unggulan meliputi Bunaken (Manado), Danau Linow (Tomohon), Hutan Tangkoko (Bitung), hingga wilayah Kepulauan Sangihe dan Talaud.

Untuk mendukung sektor-sektor tersebut, Sulawesi Utara telah memperkuat konektivitas udara internasional dengan penerbangan langsung dari berbagai kota besar di Tiongkok (Shenzhen, Guangzhou, Shanghai), Singapura (Scoot), dan Korea Selatan (Incheon).

 

Dominasi Investasi

Struktur investasi di Sulawesi Utara saat ini didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 60%, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai 40%. Investor asing utama berasal dari Singapura, Tiongkok, Hong Kong, dan Jepang.

“Dengan kombinasi pertumbuhan yang tinggi dan dukungan infrastruktur yang ada, Sulawesi Utara menghadirkan momentum langka bagi para saudagar untuk berinvestasi pada peluang yang stabil dan siap dikembangkan lebih besar,” tutup Gubernur. *

 

#kresno doot

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *