7PMNEWS.ID, BOLMONG–Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama istri, Bupati Bolaang Mongondow, unsur Forkopimda, serta masyarakat Desa Solog, Kabupaten Bolmong, turun langsung ke sawah menanam padi, Jumat (23/1). Aksi tanam padi ini merupakan bagian dari Gerakan Tanam Padi dengan tema “Tanam Apa yang Dimakan dan Makan Apa yang Ditanam”, yang dilaksanakan di lahan seluas 30 hektare, dengan 28 hektare telah ditanami.
Gubernur Yulius menegaskan, stok beras Sulawesi Utara dalam kondisi aman dan mencukupi, seiring konsistensi pemerintah menjalankan Gerakan Pangan Murah serta penyaluran beras cadangan pemerintah.
“Alhamdulillah, inflasi Sulawesi Utara tahun 2025 berada di angka 1,23 persen, menempatkan Sulut sebagai peringkat ketiga inflasi terendah secara nasional,” tegas Yulius.
Untuk mendorong peningkatan produksi, Pemerintah Provinsi Sulut akan mendistribusikan lahan pertanian seluas 2.000 hektare, serta menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Khusus Kabupaten Bolmong, provinsi menyiapkan dua unit hand tractor dan lima unit pompa air guna mengantisipasi musim kemarau.
Gubernur juga mengingatkan petani agar tidak menimbun hasil panen, karena dapat memicu kenaikan harga dan berdampak pada inflasi daerah.
Terkait akses jalan menuju lahan pertanian yang belum tergarap, Pemprov Sulut memastikan dukungan penuh dengan membuka akses dan melakukan pengaspalan, demi menunjang distribusi hasil pertanian.
“Petani sejahtera, masyarakat sejahtera, pemerintah bahagia,” ujar Yulius.
Ia juga mengungkapkan, produksi beras Sulawesi Utara tahun 2025 meningkat 233 ribu ton dibandingkan 2024, berkat dukungan bantuan alsintan dan benih dari pemerintah pusat senilai Rp65 miliar yang berhasil diperjuangkan Pemerintah Provinsi. *
#kresno doot
