7PMNEWS.ID, MANADO – Gubernur Sulut, Yulius Selvanus menilai kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) memiliki peran strategis dan semakin menentukan dalam struktur perekonomian nasional, khususnya sebagai penopang pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia.
Gubernur menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Transformasi Sulampua Menuju Global Logistics Hub untuk Penguatan Efisiensi dan Daya Saing Logistik Kawasan Timur Indonesia yang digelar di Manado, Senin.
Menurut Gubernur, secara umum kinerja ekonomi Sulampua menunjukkan tren positif dan menjanjikan. Pulau Sulawesi sebagai satu kesatuan wilayah bahkan mencatat pertumbuhan ekonomi relatif tinggi, berada pada kisaran 5,5 hingga 6,0 persen.
“Sementara Sulawesi Utara tumbuh stabil di kisaran 5,0 hingga 5,6 persen, sejalan bahkan sedikit di atas rata-rata nasional,” ujar Yulius.
Ia menilai capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa Sulampua memiliki basis ekonomi riil yang solid, sekaligus menyimpan potensi pertumbuhan jangka menengah yang besar. Namun demikian, potensi tersebut perlu diperkuat melalui sistem logistik yang efisien dan terintegrasi secara global.
“Sulampua sangat membutuhkan sistem logistik yang kuat. Efisiensi dan konektivitas logistik menjadi kunci menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi kawasan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur mengungkapkan kawasan Sulampua dianugerahi sumber daya alam yang melimpah dan berperan sebagai tulang punggung nasional, mulai dari sektor pertambangan, perikanan, perkebunan, kehutanan, hingga energi.
Kontribusi ekspor kawasan ini juga dinilai sangat signifikan. Sulawesi Utara secara konsisten menghasilkan devisa ekspor sekitar 1,0 hingga 1,3 miliar dolar Amerika Serikat per tahun, terutama dari komoditas perikanan dan olahan kelapa.
Secara agregat, kawasan Sulampua diperkirakan menyumbang devisa ekspor sebesar 25 hingga 30 miliar dolar Amerika per tahun, atau setara 15 hingga 18 persen dari total ekspor nasional.
“Angka ini menunjukkan peran nyata kawasan timur Indonesia dalam memperkuat perekonomian nasional,” kata Gubernur.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Yulius juga menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, khususnya Kantor Wilayah Sulawesi Bagian Utara, serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo ) atas inisiatif penyelenggaraan forum strategis tersebut.
“Forum ini bukan hanya penting bagi Sulawesi Utara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas, efisiensi logistik, dan daya saing ekonomi nasional ke depan,” pungkasnya. *
#kresno doot
