7PMNEWS.ID, MANADO-Komunitas tinju amatir Sulawesi Utara yang memproklamirkan diri sebagai Pertina Sejati turun gunung, bersatu dengan satu tujuan sakral, , menggelorakan kembali tinju amatir di Manado. Kumpulan para jawara tinju kebanggaan Sulut itu, Selasa (13/1) untuk menjawab keresahan sepakat berkumpul di KONI Sulut dengan tersimpul satu ide menarik, menggelar tinju amatir setiap tiga bulan di berbagai pusat keramaian di Kota Manado. Lebelnya keren, Boxing on the Street, duel tinju amatir yang digelar di ruang publik. Targetnya menyasar petinju-petinju muda yang selama ini mendambakan rutinnya pertadingan berlevel tinggi.
Lewat hasil urung rembuk para jawara tinju yang berjaya di masanya itu, akhirnya mempercayakan Aiptu Wensy Londa sebagai Ketua. Sedangkan personil pendukung melibatkan mantan petinju-petinju top Sulut di eranya. Ada Melky Lelemboto, Ilham Lahia, Royke Waney, Troy Areros, Michael Thambas, Tommy Bansaleng, Roland Sanger, Ferry Lamongi dan Steven Suwu.
Usai pertemuan, tim Pertina Sejati diterima Ketua Umum KONI Sulut, Brigjen TNI (Purn) Jerry Waleleng. Sebagai induk organisasi tertinggi olahraga di Sulut, menurut Jerry Waleleng, KONI Sulut berkewajiban memberikan dukungan. Apalagi demi kemajuan olahraga dan berharap mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.
Wensy Londa menjelaskan, tujuan utama menggelar Boxing on the Street tidak lain untuk menggairahkan olahraga tinju amatir di Sulut yang miskin turnamen amatir. Sekaligus memberikan kesempatan kepada bakat-bakat tinju pemula untuk unjuk kebolehannya.
Sebelumnya, Sekum KONI Sulut Magdalena Wullur menyambut positif gebrakan dari komunitas tinju amatir. “Selama itu niat baik untuk kemajuan olahraga di Sulut kami dukung. Kami memberikan apresiasi. Kami berharap bisa dikelola dengan baik dan berharap atlet tidak dirugikan,” pesan Sekum KONI Sulut.
KONI Sulut tetap memberikan support dan selalu siap menyediakan ruangan di sekretariat KONI Sulut untuk pertemuan pemantapan Boxing on the Street. Begitupun untuk cabang olahraga lainnya.
Menurut Wensy Londa, kehadiran Boxing on the Street juga untuk mengembalikan jati diri Pertina yang telah lahir 66 tahun silam. *





