Implementasi Program WEFSRID, Bupati Joune Ganda: Relevan Dengan Kebutuhan Saat Ini

7PMNEWS.ID, JAKARTA-Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menghadiri Audensi dengan Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI, Dr Restuary Daud, Kamis (8/1) di Jakarta, dalam terobosan mengambil langkah strategis menjawab tantangan global dan lokal terkait krisis pangan, air, dan energi.

Agenda pertemuan ini adalah untuk mempercepat implementasi program integratif WEFSRID (Water, Energy, Food Security and Resilience in Indonesia’s Development) di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

Bupati Joune Ganda menyatakan komitmennya untuk terlibat aktif dalam program nasional tersebut.

Menurut Joune Ganda, Pemkab Minut telah menempuh langkah strategis menjawab tantangan global dan lokal terkait krisis pangan, air, dan energi. “WEFSRID bukan sekadar program, tetapi sebuah pendekatan strategis yang sangat relevan untuk membangun ketahanan dan keberlanjutan di Minahasa Utara.

Bagi kami, program WEFSRID sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Ketahanan pangan dan energi harus dikelola dengan baik dari hulu hingga hilir secara terintegrasi dan berkelanjutan,” jelas Bupati Joune Ganda.

Terobosan nyata, : 4.862 Hektar di 42 Desa jadi percontohan.

Sebagai langkah awal implementasi, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara telah menyiapkan peta jalan yang konkret. Tahap pertama program akan mencakup area seluas 4.862 hektare yang tersebar di 42 desa. Kawasan-kawasan ini akan ditransformasikan menjadi basis pengembangan pertanian dan peternakan terpadu yang mengintegrasikan pengelolaan sumber daya air dan energi terbarukan.

“Hasil produksi dari program Wefsrid akan disinergikan dengan berbagai inisiatif pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Kebijakan Distribusi Makanan Pangan (KDMP). Dalam skema ini, KDMP akan berperan sebagai pusat penampungan hasil produksi, sementara Sistem Pemerintahan Pengadaan Barang/Jasa (SPPG) akan mengelola pembelian produk-produk pertanian dan peternakan seperti beras, telur, daging ayam, serta sayur-sayuran,” jelas Bupati Joune merinci mekanisme yang akan dibangun.

Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan, di mana produksi lokal dimanfaatkan untuk memenuhi program sosial pemerintah, sekaligus meningkatkan pendapatan petani dan peternak lokal. *

 

#irvine ferrari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *