7PMNEWS.ID, MANADO– Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas peristiwa banjir bandang yang menerjang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Senin subuh (5/1).
Bencana tersebut berdampak luas di sejumlah wilayah Kecamatan Siau Timur dan mengakibatkan kerusakan material serta korban jiwa. Berdasarkan data sementara, tercatat 13 orang meninggal dunia, 3 dinyatakan hilang, dan 18 mengalami luka-luka.
Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Paniki, Kelurahan Paseng, Kelurahan Bahu, Kampung Bumbiha, Kampung Peling, Kampung Laghaeng, Kampung Batusenggo, Kampung Beong, dan Kampung Salili.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban banjir bandang di Kabupaten Sitaro,” ujar Gubernur Yulius Selvanus.
Gubernur menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulut memberikan perhatian serius terhadap penanganan bencana tersebut. Pemprov Sulut akan hadir secara aktif dalam upaya tanggap darurat serta pemulihan pascabencana.
Ia juga telah menginstruksikan jajaran terkait di lingkungan Pemprov Sulut untuk segera menyalurkan bantuan, di antaranya alat berat, kebutuhan bayi dan lansia, pakaian, kasur, serta bahan makanan bagi masyarakat terdampak.
Selain itu, Pemprov Sulut melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Sitaro, TNI, Polri, dan instansi terkait guna memastikan proses penanganan berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan baik.
“Korban luka berat akan dirujuk ke rumah sakit di Manado agar mendapatkan penanganan medis lanjutan. Kita semua berharap cuaca segera membaik sehingga proses penanganan dapat berjalan optimal,” tegas Gubernur.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sitaro telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari guna mempercepat penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.
Diketahui, banjir bandang ini dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sitaro selama kurang lebih lima jam tanpa henti, menyebabkan aliran air bercampur material batu, tanah, dan kayu meluap dan menerjang permukiman warga.
Terpantau Senin sore di Pelabuhan Manado, Gubernur bersama Ny Anik Fitri Wandriani mengkoordinsikan langsung proses pengiriman bantuan ke Sitaro serta pengerahan aparat TNI dan Polri untuk membantu penangangan di lokasi bencana.
‘’Kita doakan agar musibah ini cepat berakhir. Dari data yang masuk, sudah 13 yang meninggal, 3 masih dicari dan sekitar 200 rumah yang terdampak. Kami sementara inventarisir,’ ’ ujarnya diatas geladak kapal KM Gregorius yang akan segera bertolak ke Sitaro membawa bantuan.
Smentara dari TNI dan Polri, menurut Gubernur akan 500 personil yang Senin sore juga berangat ke Sitaro, serta ditambah personil Marinir dengan kapal sendiri. *
#kresno doot





