Sosialisasi Program Anyar SPNF-SKB Paket Kesetaraan Dinas Pendidikan Minut Sentuh Kecamatan Kalawat

7PMNEWS.ID, KALAWAT—Dunia pendidikan Minahasa Utara terus melangkah maju. Lewat Dinas Pendidikan Minahasa Utara yang tentunya menjadi fokus perhatian dari Bupati Minahasa Utara Dr. Joune Ganda SE, MAP, MM, M.Si bersama Wakil Bupati Kevin William Lotulung SH,MH memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh pendidikan melalui program Satuan Pendidikan Nonformal – Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) Paket Kesetaraan.

Masyarakat di Tanah Tonsea  diberikan peluang dan kesempatan yang belum menyelesaikan pendidikan formal agar dapat kembali belajar dan memperoleh ijazah sesuai jenjang.

Program tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Minut, Dr. Evelyn Cicilya Luntungan SIP, MAP, saat menghadiri Sosialisasi Rapat Koordinasi (Rakor) Kecamatan Kalawat di Desa Kolongan Tetempangan, Kamis, 5 November 2026.

Di momen tersebut, Kadis Pendidikan Evelyn Luntungan didampingi oleh Kepala Sekolah SKB Lidya Rumimpunu S.Teol, dan Kader SKB Minut Lani Tumbol, serta Camat Kalawat Agustinus Dondokambey S.STP, MAP.

Kadis Pendidikan dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Bupati Joune Ganda dan Wabup Kevin Lotulung memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk kembali mengakses pendidikan melalui SPNF-SKB yang diselenggarakan pemerintah daerah.

Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan kesempatan memperoleh ijazah kesetaraan, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM agar memiliki peluang lebih besar memasuki dunia kerja.

“SPNF-SKB merupakan satuan pendidikan milik pemerintah berstatus negeri dengan NPSN P9959887. Lembaga ini telah diakui dan berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara,” ucap Evelyn Luntungan.

Ditambahkan, fungsi utama program ini mencakup pendidikan kesetaraan yakni program Kejar Paket A, B, dan C termasuk ujian pendidikan kesetaraan, serta pelatihan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat.

Kadis Evelyn juga mengharapkan dukungan aktif para hukum tua dan kepala-kepala jaga untuk mendata warga yang belum menyelesaikan pendidikan dan mengajak mereka mendaftar.

“Program ini dilaksanakan secara fleksibel sehingga dapat menjangkau masyarakat yang harus membagi waktu antara bekerja dan belajar. Kami pun siap membuka kelas jauh di Kecamatan Kalawat, mengingat wilayah ini memiliki jumlah penduduk yang cukup padat,” ujarnya.

Hadir dalam Rakor tersebut, perwakilan Polsek Airmadidi, Koramil 1310-06 Airmadidi, Kepala Puskesmas Kolongan dr. Cecilia Paat, para Hukum Tua se-Kecamatan Kalawat, UPT Dinas Pertanian, serta unsur terkait lainnya. *

^irvine ferrari

Pos terkait