7PMNEWS.ID, MANADO–Universitas Manado terus mendorong penguatan kapasitas akademik dan kewirausahaan mahasiswa melalui pengembangan wawasan perdagangan internasional, khususnya di bidang ekspor dan impor.
Salah satu gagasan strategis yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah pembentukan Komunitas Ekspor-Impor Universitas Manado sebagai wadah pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan jejaring bisnis internasional bagi mahasiswa.
Dalam kegiatan tersebut, Maikel Wawoh, S.E., S.H., M.H., hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi mengenai pentingnya kontrak atau perjanjian dalam aktivitas perdagangan ekspor dan impor.
Dalam pemaparannya, Maikel menegaskan bahwa kontrak perjanjian merupakan salah satu aspek fundamental dalam perdagangan internasional.
Kejelasan hak dan kewajiban para pihak, kesepakatan harga, mekanisme pembayaran, pengiriman barang, hingga penyelesaian sengketa menjadi hal penting yang harus diperhatikan untuk meminimalkan risiko hukum dan bisnis dalam transaksi lintas negara.
Selain membahas aspek hukum perdagangan internasional, Maikel juga menguraikan berbagai peluang dan potensi daerah Sulawesi Utara yang dapat dikembangkan menjadi komoditas unggulan untuk memasuki pasar ekspor.
Menurutnya, Sulawesi Utara memiliki potensi produk dan sumber daya daerah yang perlu didorong melalui peningkatan kualitas, penguatan daya saing, serta perluasan akses pasar internasional.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan wawasan dan jejaring perdagangan internasional di lingkungan perguruan tinggi, Maikel Wawoh juga menyampaikan komitmennya untuk membantu menghubungkan Universitas Manado dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Koneksi ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi, akses informasi, pendampingan, serta pengembangan program edukasi ekspor bagi sivitas akademika Universitas Manado.
Sementara itu, Harmen Fernando Sembel, S.AB., M.Si., selaku Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama Universitas Manado, menekankan pentingnya pembentukan Komunitas Ekspor-Impor Universitas Manado sebagai langkah konkret untuk membangun ekosistem pembelajaran perdagangan internasional di lingkungan kampus.
Menurut Harmen, komunitas ini nantinya diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran praktis bagi mahasiswa untuk mengenal proses ekspor-impor, mengidentifikasi produk potensial daerah, membangun jejaring dengan pelaku usaha, serta mempersiapkan diri menjadi generasi muda yang mampu berkompetisi dalam perdagangan global.
“Harapan kami, Universitas Manado ke depan memiliki Komunitas Ekspor-Impor yang aktif dan produktif. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memahami praktik perdagangan internasional, mengenali potensi produk unggulan Sulawesi Utara, bahkan mampu menjadi bagian dari pelaku usaha yang membawa produk daerah ke pasar global,” ungkap Harmen.
Lebih lanjut, Harmen menilai bahwa rencana konektivitas Universitas Manado dengan Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan merupakan peluang strategis yang perlu ditindaklanjuti melalui kerja sama kelembagaan, program edukasi, pelatihan, dan kegiatan pengembangan kapasitas mahasiswa.
Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Universitas Manado dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pengembangan potensi ekonomi daerah.
Melalui gagasan pembentukan Komunitas Ekspor-Impor Universitas Manado, diharapkan kampus dapat mengambil peran lebih luas dalam menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi perdagangan internasional, mendorong pengembangan UMKM dan produk unggulan Sulawesi Utara, serta membangun generasi entrepreneur yang berwawasan global. *
^eric merentek
