GPM di Pasar Airmadidi Diserbu Warga, Sekda Wowiling: Stabilitas Harga Berlanjut

7PMNEWS.ID, AIRMADIDI– Gerakan Pangan Murah (GPM) gagasan cerdas Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) diserbu warga saat digelar di Pasar Tradional Airmadidi, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Dimulai  sejak pukul 07.00 Wita, warga begitu antusias membeli aneka komuditas barang prioritas paling dicari dalam GPM yang diinisiasi Pemkab Minut untuk memperkuat langkah pengendalian inflasi.

Lewat gebrakan tersebut, Pemkab Minut berupaya menjaga daya beli warga dengan menyediakan rica bersubsidi seharga Rp90.000 per kilogram. Harga ini lebih rendah dibandingkan harga di pasaran yang dilaporkan telah mencapai Rp110.000 per kilogram.

Sekda Minut Nolvy Wowiling turun langsung mengkoordinir bersama jajaran perangkat daerah terkait. Terobosan tersebut ini merupakan bagian dari kebijakan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung dalam merespons gejolak harga kebutuhan pokok.

‘’Intervensi pemerintah diperlukan ketika harga komoditas mengalami kenaikan signifikan. Kehadiran pasar murah diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan di Pasar Tradisional Airmadidi, sebanyak 150 kilogram cabai rawit disalurkan langsung kepada konsumen. Kenaikan harga rica sendiri tidak terlepas dari terbatasnya pasokan akibat kondisi cuaca panas ekstrem yang turut memengaruhi produksi cabai di berbagai daerah. Untuk mengantisipasi situasi tersebut, Pemkab Minut terus mengupayakan ketersediaan pasokan dari sejumlah wilayah penghasil.

Sekda Wowiling mengatakan, upaya stabilisasi harga juga direncanakan berlanjut melalui kerja sama dengan jaringan ritel modern dan supermarket pada pekan mendatang.

“Pemerintah daerah akan menjajaki skema subsidi bagi pedagang agar harga jual kepada konsumen tetap lebih rendah dibandingkan harga pasar,” ungkapnya.
Strategi tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap komoditas bersubsidi, sekaligus memberikan ruang bagi pedagang untuk tetap menjalankan usahanya.

Di samping intervensi harga, Pemkab Minut menyiapkan langkah jangka menengah untuk memperkuat pasokan pangan lokal.

“Salah satunya melalui Gerakan Kebun Korpri yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dalam penanaman cabai. Kita juga mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai secara mandiri,” jelasnya.

Metode ini dipandang sebagai salah satu alternatif menghadapi musim kemarau, terutama ketika ketersediaan air dan lahan pertanian menjadi kendala dalam kegiatan budidaya.

Pemkab Minut berencana mengevaluasi pelaksanaan operasi pasar dan gerakan menanam tersebut secara berkelanjutan hingga Desember 2026.

Ye Lumentut, warga Maumbi merasa bersyukur berkesempatan belanja di Pasar Airmadidi saat sedang berlangsung GPM. ‘’Kami gembira ada GPM. Berharap Pemkab Minut rutin melaksanan kegiatan seperti ini,’’ ujarnya. *

^irvine ferrari

Pos terkait