7PMNEWS.ID, MANADO— Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) bergerak cepat dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tengah melanda kawasan Gunung Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Gubernur Yulius Selvanus turun langsung memonitor situasi dalam mengatisipasi sulitnya akses ke sejumlah titik kebakaran serta menginstruksikan strategi pengendalian api agar dampaknya tidak semakin meluas.
Instruksi penanangan langsung diberikan setelah Gubernur Yulius Selvanus menerima laporan dari Bupati Kepulauan Sangihe Michael Tungari mengenai perkembangan Karhutla di kawasan Gunung Awu.
Salah satu langkah yang ditekankan Gubernur YSK adalah melakukan blokade pada area-area yang tidak memungkinkan dijangkau armada pemadam kebakaran.
Terobosan ini dinilai penting untuk mempersempit ruang gerak api, terutama karena karakter Gunung Awu memiliki medan terjal dan sejumlah lokasi sulit ditembus kendaraan pemadam.
Dengan kondisi tersebut, upaya penanganan tidak semata-mata bergantung pada pengerahan armada, tetapi juga membutuhkan strategi untuk menghambat rambatan api sebelum mencapai kawasan lainnya.
“Area-area yang tidak dapat dijangkau oleh armada pemadam segera dilakukan blokade,” menjadi salah satu arahan Gubernur dalam percepatan penanganan Karhutla di Sangihe.
Perhatian Gubernur juga diarahkan kepada personel yang saat ini berada di garis depan penanganan Karhutla.
Kebutuhan logistik, khususnya makanan bagi personel yang berjibaku mengendalikan kebakaran, turut menjadi perhatian Pemprov Sulut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara, Ir. Adolf H. Tamengkel, M.A.P., mengatakan pihaknya sejak awal telah membangun komunikasi intensif dengan BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe
“Pasca terjadi bencana alam Karhutla di Gunung Awu Sangihe, kami sudah mendapatkan info dari BPBD Sangihe dan kita selalu intens berkomunikasi,” ujar Tamengkel.
Koordinasi kemudian diperluas dengan aparat keamanan. Pemprov Sulut berkoordinasi dengan Karo Ops Polda Sulut untuk memastikan penanganan di tingkat daerah berjalan terpadu.
Polda Sulut selanjutnya mengarahkan Polres Kepulauan Sangihe untuk berkoordinasi dengan Kodim dan masyarakat dalam menghadapi kebakaran tersebut.
“Kita juga berkoordinasi dengan Karo Ops Polda Sulut dan mereka sudah memerintahkan Polres Kabupaten Sangihe untuk berkoordinasi dengan Kodim di sana dan bersama-sama dengan masyarakat,” jelasnya.
Tak berhenti pada koordinasi, Pemprov Sulut mulai menyiapkan dukungan langsung ke lapangan.
Militer
Tamengkel mengatakan, dirinya mendapat instruksi Gubernur YSK untuk turun langsung ke Sangihe membawa bantuan natura bagi personel yang terlibat dalam penanganan Karhutla.
“Kami juga sudah diperintahkan Pak Gubernur Provinsi Sulut untuk turun langsung membawa bantuan natura di sana. Karena yang sementara penanganan di sana butuh juga bantuan makan,” ungkap Tamengkel.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan Karhutla tidak hanya difokuskan pada bagaimana api dipadamkan, tetapi juga memastikan personel yang bekerja di lapangan memiliki dukungan logistik yang memadai. *
^irvine ferrari
