7PMNEWS.ID, AIRMADIDI-Pemkab Minut bergerak cepat. Mengantisipasi ancaman kekeringan panjang akibat El Nino ekstrem yang tengah melanda serta menanggapi peringatan dini BMKG dan pemetaan titik rawan, Bupati Joune Ganda resmi menerbitkan penetapan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan selama 167 hari, berlaku efektif pertengahan Agustus 2026 hingga Januari 2027.
Bupati Joune Ganda mengeluarkan instruksi tersebut dalam Rapat Koordinasi Tanggap Bencana yang berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Minut, Selasa (18/8).
Forum melibatkan komponen Forkopimda, pimpinan OPD, para camat, serta tim pakar dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara.
Bupati Joune Ganda yang dalam Rakor tersebut didampingi Wakil Bupati Kevil Lotulung menekankan bahwa penetapan status ini merupakan pijakan hukum dan operasional agar seluruh elemen pemerintah daerah dapat bergerak lebih responsif.
Pemetaan kondisi di lapangan mencatat setidaknya 46 titik yang rawan mengalami krisis air dan kebakaran hutan lahan (Karhutla).
”Krisis air bersih, ancaman kegagalan panen di sektor pertanian, hingga risiko karhutla tidak boleh ditangani setengah-setengah. Penetapan status siaga darurat selama 167 hari ini memberi ruang bagi kita untuk mengintervensi potensi bencana sejak dini secara terukur,” ujar Sekjen Apkasi itu.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Sulawesi Utara, Aris Yunatas, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa puncak kemarau di Minahasa Utara berlangsung sepanjang Agustus hingga September 2026, dengan tingkat intensitas hujan yang sangat minim diprediksi bertahan hingga Oktober.
Tekanan iklim ini kian memburuk akibat fenomena El Nino yang terkonfirmasi masuk kategori sangat kuat (very strong).
”Dinamika atmosfer menunjukkan intensitas El Nino saat ini berada pada level tinggi dan diperkirakan terus bertahan hingga pengujung 2026. Penurunan ke tingkat moderat kemungkinan baru terjadi di awal 2027 seiring masuknya transisi musim hujan,” tutur Aris saat memaparkan analisis meteorologi.
Guna memastikan mitigasi berjalan optimal, Pemkab Minut menginstruksikan pengaktifan posko siaga bencana di tingkat kabupaten hingga kecamatan.
Koordinasi lintas sektor bersama TNI dan Polri juga diperketat, dengan prioritas utama yakni penyaluran bantuan air bersih secara berkala ke wilayah-wilayah yang paling rentan terdampak. *
^janto l
