Bupati Joune Ganda Sambut Nelayan Minut Macbul Budiman Yang Hanyut 116 Hari

7PMNEWS.ID, JAKARTA-Setelah kembali dari Maroko, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda berkesempatan menerima Macbul Budiman (46) di Jakarta, Sabtu (27/6).

Macbul Budiman yang biasa disapa Makmur merupakan nelayan dari Jaga 1, Desa Lansa, Kecamatan Wori, Minahasa Utara yang berhasil selamat setelah hanyut selama 116 hari di lautan lepas.

Pria kelahiran Sanger, 15 Februari 1980 ini, terombang-ambing dari perairan Biak, Papua, akibat cuaca buruk dan gangguan navigasi, hingga akhirnya terdampar ribuan kilometer di Republik Nauru, sebuah negara pulau kecil di Samudra Pasifik.

Setelah melalui proses diplomasi yang panjang, ia bersiap kembali ke kampung halamannya. Berdasarkan dokumen resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Suva di Fiji, petaka yang menimpa Macbul bermula pada akhir Februari 2026. Saat sedang memancing di perairan Biak, kapal yang digunakannya mengalami gangguan navigasi dan kehilangan arah.

Macbul kemudian hanyut terbawa arus samudra yang sangat kuat ke arah timur. Selama hampir empat bulan berjuang hidup di tengah ketidakpastian laut lepas, ia akhirnya mencapai pelabuhan Nauru.
Oleh otoritas Kepolisian dan Imigrasi Nauru, ia langsung dievakuasi ke Naoero Medical Centre (NMC) di Denigomodun untuk mendapatkan perawatan intensif.
Keberadaan Macbul pertama kali terendus oleh KBRI Suva pada tanggal 15 Juni 2026 melalui laporan Dr. Surendra Prabhawa, seorang dokter warga negara Indonesia yang tengah bertugas di rumah sakit Nauru tersebut.

“Pasien telah dievaluasi secara klinis dan psikologis. Kondisi fisiknya saat ini normal, namun ia mengalami depresi ringan akibat trauma situasi sulit yang dihadapinya,” ungkap Dr. Surendra dalam laporan medisnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Duta Besar RI untuk Fiji merangkap Nauru segera menerjunkan tim untuk mengurus dokumen perjalanan darurat (SPLP) dan visa transit Macbul.

Minister Counsellor KBRI Suva, Sandy Darmosumarto, ditunjuk memimpin koordinasi taktis di lapangan.
Proses pemulangan (repatriasi) darurat dilakukan menggunakan maskapai penerbangan komersial dengan rute estafet Pasifik-Australia-Jakarta sejak 25 Juni hingga tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Jumat, 26 Juni 2026 malam.

Selama perjalanan panjang tersebut, Macbul didampingi secara melekat oleh Staf Protokol dan Konsuler KBRI Suva, Samu Ledua Siga Cama.

Sebelum ketibaan, KBRI Suva telah berkoordinasi secara intensif dengan lintas kementerian, Basarnas, BNPB, hingga pemerintah daerah asal untuk mempersiapkan proses serah terima formal.

Setibanya di Jakarta, proses pendampingan langsung diambil alih oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yang didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, hadir langsung mendampingi Macbul di Kantor Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara di Jakarta.

“Beliau adalah warga kita yang mengalami musibah saat sedang bekerja di wilayah Papua dan terdampar sampai di negara Kepulauan Nauru. Atas kasih karunia Tuhan, beliau akhirnya bisa selamat setelah kurang lebih seratus hari lebih berada di tengah lautan,” ujar Joune Ganda.

Joune menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Duta Besar KBRI Suva, jajaran kementerian terkait, serta Gubernur Sulawesi Utara yang telah memfasilitasi seluruh proses pemulangan ini hingga berjalan dengan baik.

Saat ini, kondisi Macbul dilaporkan dalam keadaan sehat dan stabil. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dijadwalkan akan menerbangkan Macbul kembali ke Manado esok hari untuk langsung diantarkan ke Desa Lansa.

Di sana, pihak keluarga termasuk anak kandungnya, Christina Budiman telah menanti dengan haru kepulangan sang ayah yang sempat hilang tanpa kabar selama berbulan-bulan.

Kisah Macbul Budiman akan senantiasa diingat sebagai bukti nyata bahwa di tengah besarnya ombak samudra, harapan dan kehadiran negara mampu menuntun seorang anak bangsa kembali pulang ke pangkuan keluarga. *

^irvine ferrari

Pos terkait