Ambisi Mulia Persma 1960, Sekarang Atau Tidak Sama Sekali

MANADO-Stadion Klabat Manado beberapa saat lagi diproyeksikan bakal bergemuruh hebat. Teater agung venue sepakbola penuh legenda bagi sejarah sepakbola Sulut itu akan kembali mencatat sejarah baru obsesi dan ambisi mulia Persma 1960 yang tengah mencoba menapak kembali era kejayaan ke pentas nasional. Laga final saat bentrok perwakilan Bolmong Raya, Bolsel FC di Grand Final Liga 4 PSSI memperebutkan Piala Gubernur Sulut sore nanti pukul 14.30 Wita sangat krusial bagi pasukan tuan rumah Persma 1960.

Kalah di partai puncak, maka mimpi untuk promosi ke Liga 3 akan semakin terkubur dalam. Tidak ada pilihan, menang dan juara adalah harga mati, tidak bisa ditawar-tawar lagi. Kini, semua kembali ke skuad Persma 1960. Performa yang belum meyakinkan saat menapak perjalanan hingga puncak masih memberikan alaram bahaya.

Rivalnya di puncak, Bolsel FC berpotensi mengejutkan. Hadir sebagai kuda hitam dan sama sekali tidak diperhitungkan, Bolsel FC tampil mengejutkan. Kehadiran Bupati Iskandar Kamaru yang selalu setia rutin hadir dan mendampingi anak-anak Bolsel FC saat beraksi di lapangan hijau adalah vitamin paling mujarab buat sepak terjang Bolsel FC sejauh ini. Tampil tanpa beban dan dukungan penuh dari ribuan supoternya yang akan membanjiri Stadion Klabat adalah potensi energi luar biasa tak terkira. Dan, arus dukungan kini berlipat ganda, karena spirit pemain ke-12 itu bukan hanya berdatangan dari Bolsel saja, namun seluruh pendukung dari Bolmong Raya telah bersatu untuk mendukung Bolsel FC. Stadion Klabat sekali lagi akan menjadi saksi sejarah buat Persma yang kini berlebel Persma 1960, sekarang atau tidak sama sekali. *

^paskal m

Pos terkait