7PMNEWS.ID, MANADO-Perang besar akan menjadi menu utama dalam persaingan sengit memperebutkan utusan Sulut di pentas Liga 4 PSSI. Masalahnya, harapan untuk meloloskan dua wakil Sulut dipastikan buyar karena target awal Liga 4 Rayon Sulut diikuti 24 tim hingga pelaksanaannya hanya diikuti 12 tim — itupun dipaksakan karena ada dua tim medioker yang dipaksakan lolos untuk menutupi eksodusnya klub-klub yang sejak awal akan berpartisipasi.
Alen Mandey dari Sekretariat Panitia Liga 4 Sulut ketika dihubungi memastikan karena hanya 12 peserta maka kuota untuk Sulut yang lolos hanya seperti itu.
“Karena 12 tim yang ambil bagian maka hanya satu tim yang lolos, beda kalau 24 tim, tentu bisa dua tim,” ujar mantan legenda Persma itu.
Bila dipenghujung kompetisi hanya meloloskan satu tim, maka perang besar antara dua musuh bebuyutan Persma 1960 dan Persmin Minahasa tidak terelakkan akan terjadi, itupun kalau kedua mampu melewati rintangan di Round 2 (6 Besar). Persmin telah mendapat rintangan awal setelah di laga pertama Round 2, ditahan Persminsel, 2-2. Laga menentukan Persmin untuk melangkah ke semifinal, saat bentrok Persma 1960, itupun tergantung juga duel Badai Biru v tim kuda hitam, Persminsel.
Kehadiran juara bertahan Klabat XIII Jaya Sakti yang diback-up Kodam XIII/Merdeka juga tidak bisa dianggap remeh. Belum lagi Bolsel FC yang selalu didukung penuh Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru.
Persma yang didukung Gubernur Yulius Selvanus dan Persmin oleh petinggi Pemkab Minahasa serta mempercayakan Pengawal Pribadi Presiden Prabowo Subianto, Derill Joseph Pandey sebagai Presdir tim berjuluk Manguni Makasiouw itu tidak boleh terpeleset dalam duel-duel selanjutkan untuk tampil di partai pamungkas.
Kehadiran Pendatang baru, Puma FC dari Sangihe juga tidak boleh dipandang sebelah mata. “Kami tidak memasang target berlebihan. Tapi bila sudah melangkah sejauh ini, tentu kami akan tampil habis-habisan, ” ujar Ketua PSSI Kepulauan Sangihe, Michael Thungari. *
^pas m





