Gagal ke Final, Raymond/Joaquin Sulitkan Juara Dunia

7PMNEWS.ID, BIRMINGHAM-Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin gagal menembus final bulutangkis All England 2026. Namun, the rissing star yang baru berusia 20 tahun dan 21 tahun membuat jagad bulutangkis dunia heboh dengan memberikan perlawanan sengit kepada juara dunia sekaligus unggulan pertama dari Korsel, Kim Won Ho/Seo Seung Jae. Nyaris merebut set pertama, Raymond/Nikolaus akhirnya takluk lewat straight set dari pemilik 13 gelar WBF 2025 itu dengan skor 19-21, 13-21 di semifinal All England, yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Minggu (8/3) pagi.

Dalam debut pertama di turnamen bulutangkis tertua di dunia itu, Raymond/Joaquin langsung mendapatkan perlawanan ketat dari Kim/Seo sejak awal gim pertama. Sempat leading 3-2 kemudian kehilangan lima angka beruntun dan berbalik tertinggal 3-7.

Bacaan Lainnya

Torehan poin beruntun Kim/Seo baru terhenti setelah smes Kim Won Ho membentur net.

Raymond/Joaquin lalu bisa menyusul kembali pada kedudukan 7-8 setelah merebut tiga poin beruntun. Poin kemudian kembali imbang di angka 8-8 setelah pukulan Seo Seung Jae keluar.

Momentum bagus bisa dilanjutkan oleh Raymond/Joaquin. Serangan beruntun mereka bisa menembus pertahanan Kim/Seo dan membuat mereka memimpin 9-8.

Torehan poin beruntun Raymond/Joaquin masih terus berlanjut. Mereka memenangkan adu drive dalam dua permainan beruntun dan menutup interval dengan keunggulan 11-8.

Usai interval, Raymond/Joaquin sempat kehilangan dua angka beruntun. Setelah itu, Raymond/Joaquin bisa merebut poin berikutnya lewat reli sengit yang membuat skor jadi 12-10.

Kim/Seo lalu membalas dan berhasil merebut dua angka berturut-turut. Skor imbang 12-12.

Raymond/Joaquin berusaha mati-matian mempertahankan keunggulan. Juara Australia Terbuka 2025 itu berhasil merebut poin ke-13 lebih dulu lewat serangan beruntun yang diakhiri smes Joaquin.

Kans kembali didapatkan Raymond/Joaquin. Mereka merebut dua angka beruntun dan menjauh di angka 15-12.

Kim/Seo lalu sukses merebut tiga poin beruntun. Skor kembali imbang di angka 15-15.

Skor imbang kembali berlanjut ke angka 16-16. Kedua ganda sama-sama mendapat poin setelah pukulan lawan keluar area permainan.

Serangan Seo Seung Jae lalu membuat ganda Korea kembali unggul di kedudukan 17-16. Netting Joaquin yang gagal membuat Kim/Seo menambah angka jadi 18-16.Joaquin membalas lewat penempatan shuttlecock di depan net setelah serangan beruntun Raymond/Joaquin lewat smes sempat kesusahan menembus pertahanan Kim/Seo.

Joaquin lalu sukses menyamakan kedudukan jadi 18-18 lewat penempatan shuttlecock di depan net.

Kim/Seo kemudian merebut poin ke-19 setelah melakukan serangan beruntun. Skor kembali imbang jadi 19-19 setelah pukulan Raymond gagal dikembalikan dengan sempurna oleh lawan.

Kim/Seo mendapatkan game point terlebih dulu setelah serangan mereka menembus pertahanan lawan. Kim/Seo langsung memaksimalkan kesempatan game point pertama. Mereka memenagkan reli panjang dan menutup gim pertama dengan skor 21-19.

Masuk ke gim kedua, Raymond/Joaquin bisa memimpin 3-2 di awal. Namun setelah itu Kim/Seo bisa merebut empat poin dan berbalik unggul 6-3.

Torehan poin beruntun Kim/Seo baru terhenti setelah Raymond sukses menghunjamkan smes dan menghasilkan poin.

Selisih angka melebar jadi empat poin pada kedudukan 8-4 dan berlanjut menjadi 9-5. Kim/Seo terus menjaga ritme permainan dan unggul 11-7 di interval.

Seusai interval, Raymond/Joaquin berusaha keras untuk mengejar. Namun Kim/Seo bisa keunggulan dengan baik. Selisih poin bahkan melebar jadi enam angka pada kedudukan 15-9.

Dalam kondisi tersebut, Raymond/Joaquin bisa kembali menunjukkan perlawanan. Tiga poin mereka dapat sehingga skor berubah jadi 12-15.

Namun Kim/Seo bisa kembali menekan dan akhirnya meraih match point di angka 20-13. Kim/Seo sukses menutup perlawanan Raymond/Joaquin dengan skor 21-13. *

 

#pas m

Pos terkait