Persmin Permalukan Persma 1960 di Klabat

7PMNEWS.ID, MANADO–Laga prestisius antara dua kekuatan utama sepakbola di Sulut, Persma 1960 versus Persmin Minahasa di Stadion Klabat, Sabtu petang (28/2) mampu menyita atensi luar biasa dari ribuan penonton, warna baru yang selama ini hilang.

Dalam laga friendly match kedua tim sebagai pemanasan sebelum beraksi di Liga 4, skuad Manguni Makasiouw yang lebih bertenaga dan tampil lepas mampu mempermalukan anak-anak Persma 1960, 2-1. Disaksikan Ketua Umum KONI Sulut, B Jerry Waleleng, laga kedua tim yang sesekali diguyur hujan itu, Persmin yang terlambat persiapannya mampu memperlihatkan determinasi yang tinggi dengan memanfaatkan counter attack untuk mengatasi perlawanan pemain-pemain tuan rumah yang jauh diunggulkan. Kemenangan Persmin semakin sempurna kendati harus bermain dengan 10 pemain setelah salah satu pemainnya diganjar kartu merah saat laga babak kedua berjalan 15 menit.

Bacaan Lainnya

Kekecewaan langsung mewarnai pendukung Persma yang hadir di Klabat.

“Kekalahan ini tidak bisa ditolelir. Apalagi di kandang yang angker buat Persmin. Pelatih terlalu mengandalkan pemain-pemain dari Lamongan, padahal banyak pemain lokal yang bisa diandalan,” ujar Marvil Budiman, figur sentral dibalik berdirinya Persma 1960.

Banyak yang kecewa. Sementara kubu lawan, Persmin terlihat seperti telah menjadi juara. Kehadiran Marthen Tao sebagai arsitek Persmin yang terlambat action memberi kekuatan ekstra. Apalagi dengan merekrut pemain-pemain dari Persiram Raja Empat langsung menjadi pembeda.

“Tentunya kemenangan ini patut dirayakan. Namun kami akan mengevaluasi untuk memperbaiki tim kedepan,” ujar Marthen Tao usai pertandingan.

Kehadiran mantan bomber timnas Ferdinand Sinaga di barisan gedor Persma 1960 tidak membawa pengaruh signifikan. “Harus banyak latihan lagi,” nilai Jerry Waleleng mengenai performa Persma 1960. *

 

#kresno doot

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *