Kelompok Ekstrim Ancam Warga Mitra, Kekerasan Seksual Tertinggi di Tahun 2025

7PMNEWS.ID, RATAHAN-Kasus gantung diri secara beruntun yang pernah terjadi diawal tahun 2025 lalu, di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang melibatkan anak sekolah, bukanlah sebuah kasus biasa. Dari data yang diperoleh wartawan media ini, kasus gantung diri/bunuh diri ini ternyata merupakan aksi sekelompok anak muda yang melakukan aksi tersebut secara bersama dalam satu kelompok terorganisir.

Terekam dalam catatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Mitra, hal tersebut sebagai suatu kasus yang perlu penanganan serius yang harus melibatkan semua pihak baik keluarga, sekolah, lingkungan dan tokoh agama diluar penanganan piihak kepolisian.

Bacaan Lainnya

“Kasus kriminal adalah cara pandang piihak kepolisian dalam melihat kasus ini, tapi kami melihat dari sisi ketimpangan sosial yang terjadi dan DP3A sangat berperan didalamnya untuk menangani hal Ini,” ujar Kepala DP3A Mitra Sandra E.Kindangen Sth MPd diruang kerjanya, Rabu (21/01).

Menurutnya, kasus tersebut adalah hanya salah satu dari sekian kasus yang ditangani secara tuntas oleh DP3A Mitra yang terdata sebanyak 30 kasus Kekerasan pada anak dan wanita didaerah ini.

Terdata jumlah laporan yang masuk dan sudah ditangani oleh DP3A sebanyak 30 kasus yang menjadi korban diantaranya 11 laki-laki dan 19 perempuan.

Sementara untuk kasus Seksual (sodomi) terdata 9 korban, KDRT,Penelantaran dan ABH sebanyak 7 kasus, Perundungan,Fisik dan lainnya berjumlah 14 kasus yang ditangani dan selesai.

Sementara itu menurut Kadis P3A bahwa sosialisasi terus dilaksanakan baik dilingkungan sekolah maupun dimasyarakat terlebih ditempat ibadah untuk mengajak masyakat boleh segera melaporkan jika terjadi kasus seperti KDRT maupun perundungan bahkan menerima informasi terkait tugas DP3A.

“Kami sudah menyediakan tenaga bantuan berupa pendampingan baik pendampingan hukum maupun konselor bagi korban terkait kasus yang dialami.

“Meskipun dengan efesiensi anggaran dan keterbatasan anggaran namun kami tetap berupaya melayani masyarakat terutama korban yang tertimpa masalah,” tambah Kindangen yang juga istri dari Wakil Bupati Mitra Freddy Tuda. *

 

#devon pondaag

Pos terkait