Pendidikan Karakter Dimulai Dari Rumah

Pendidikan Karakter Dimulai Dari Rumah

Tinjauan Teologis Untuk Pendidikan Karakter Mahasiswa di Lingkungan Politeknik Negeri Manado

 

Oleh : Pdt. Dr. Alfrets Daleno, S.Th, M.Pd.K

Latar Belakang

Dalam Bidang apa saja pendidikan karakter itu sangat penting, kenapa? Manusia tidak bisa hanya dinilai dari penampilan luar namun harus dilihat dari prilaku atau karakter yang dimiliki. Sebab, dewasa ini sangat beda penampilan anak didik di tahun tujuh puluan dan tahuan delapan puluhan sampai Sembilan puluhan dengan gerasi modern sekarang. Anak-anak akan sangat menghormati apa yang diperintahkan oleh orang tua bahkan para pengajar di mana ia menempuh pendidikan. Artinya pendidikan karakter telah bergeser. Hal inilah yang akan kita bahas pada kesempatan ini. Pendidikan karakter harus dimuai dari keluarga, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah. Orang tua punya peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan karakter anak.

Pendidikan Karakter dari rumah

Sangat penting kita mencermati masalah yang terjadi dalam Masyarakat apalagi untuk masalah karakter. Ternyata pendidikan karakter itu sudah ada sejak dahulu dan dimulai dari rumah, ini dapat dibuktikan dari apa yang di tulis dalam Alkitab : Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.(Ulangan 6:6-9).

Kalau pendidikan karakter itu kuat dalam rumah itu akan berdampak sangat besar dalam Masyarakat, sehingga kita dengan muda mengantisipasi permasalahan-permasalahan dalam Masyarakat khususnya di dunia pendidikan kampus secara khusus. Hal ini mengingatkan kita bahwa bergesernya pola prilaku yang dilakukan juga menentukan kenerhasilan dalam studi. Melihat fenomena yang terjadi dalam Masyarakat orang tua berharap kampys menjadi wadah perubahan tidak hanya pengetahuan namun juga terutama karakter dari mahasiswa.

Politeknik Negeri Manado adalah kampus vokasi yang telah tersedia layanan konseling untuk masyarat kampus baik tenaga pendidik, tenanga kependidikan CS dan Satpam apalagi Mahasiswa. Layanan konseling ini dapat membantu mahasiswa untuk dapat terlayani dengan pergumulan atau masalah-masalah yang dihadapi. Politeknik Negeri Manado memiliki Konselor yang telah tersertifikasi.

Mahasiswa akan ditolong untuk bisa menghadapi masalah di kampus bukan hanya supaya ia berhasil dalam studi, namun yang terpenting ia punya karakter yang baik dalam hidupnya. Pendidikan karakter yang baik yang telah dumulai dari keluarga: ayah dan Ibu atau mama dan papa akan menolong mahasiswa untuk taat dan dijamin memiliki pola prilaku yang baik. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa Ketika lingkungan keluarga baik lantas lingkungan diluar itu juga sama, kadang justru lingkungan luar yang akan mempengaruhi namun jika anak didik itu sudah dibekali dari rumah secara kuat kata Alkitab : Berulang-ulang, waktu di rumah, di jalan, waktu tidur maka semua akan menolong. Apalagi seperti Kampus Politeknik Negeri Manado yang 60 persennya adalah praktek dan 40 persennya teori akan sangat membantu mahasiswa untuk punya karakter yang baik.

Penutup

Akhirnya harus kita sadari bahwa betapa pentingnya pendidikan karakter itu bagi Mahasiswaa tau anak didik dilingkungan kampus, dan itu harus diimulai dari keluarga. Keluarga akan sangat menentukan pola prilaku anak didik/mahasiswa. Selama pendidkan karakter itu dilakukan dengan baik oleh keluarga, sekalipun tantangannya harus dihadapi mahasiswa makai a akan ditolong untuk dapat menghadapi hal-hal itu.

 

Refrensi :

1. Alkitab

2. Boland, B.J. dan Niftrik, 1980. Dogmatika Masa kini. Jakarta : BPK Gunung Mulia.

3. Brownlee Malcolm, 1986. Tugas Manusia Dalam Dunia Milik Tuhan. Jakarta : BPK Gunung Mulia.

4. Fletcher Verne H, 2007. Lihatlah Sang Manusia : Suatu Pendekatan Pada Etika Kristen Dasar. Jakarta : BPK Gunung Mulia.

5. Sitompul Einar M, 2006. Gereja Menyikapi Perubahan. Jakarta : Bpk Gunung Mulia

6. https://ntt.kemenag.go.id/opini/816/pentingnya-membangun-karakter-sejak-dini-ditinjau-dari-perspektif-iman-kristen

7. https://digilib-iakntoraja.ac.id/4050/3/marlin_bab_2.pdf

8. file:///C:/Users/Costumer/Downloads/41-Article%20Text-255-2-10-20220117.pdf

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *